SAWAHLUNTO - Pemerintah Kota Sawahlunto bersama PT Bukit Asam resmi memulai tahapan revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto. Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah bersama General Manager PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, mengikuti prosesi simbolis serah terima pengerjaan proyek tersebut.
Revitalisasi GPK merupakan tindak lanjut pemulihan bangunan cagar budaya yang terdampak kebakaran pada November 2022. Sebelum memasuki tahap pelaksanaan, proyek ini telah melalui serangkaian proses verifikasi, termasuk pemeriksaan kepolisian, heritage assessment, serta pemenuhan prosedur teknis guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai regulasi dan prinsip pelestarian bangunan bersejarah.
Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan bahwa proyek ini tidak terlepas dari koordinasi intensif dengan manajemen PT Bukit Asam selaku pemilik aset gedung, serta dukungan komunikasi dari Anggota DPR RI Andre Rosiade. Revitalisasi GPK juga menjadi bagian dari komitmen politik pasangan kepala daerah Riyanda–Jeffry yang mulai direalisasikan dalam tahun pertama kepemimpinan.
Dari sisi pendanaan, revitalisasi didukung anggaran sebesar Rp22 miliar yang dialokasikan oleh PTBA. Pekerjaan direncanakan berlangsung selama 180 hari kalender dan dilaksanakan oleh kontraktor PT Guna Cipta Kreasi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan ketat agar proyek berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis.
Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menyampaikan bahwa Gedung Pusat Kebudayaan memiliki peran strategis dalam pengembangan kawasan heritage Kota Tua Sawahlunto. Selain berfungsi sebagai landmark sejarah, GPK akan dioptimalkan sebagai fasilitas publik multifungsi yang mendukung kegiatan seni budaya, komunitas, serta aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada kualitas, mengingat status GPK sebagai bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi fisik bangunan, tetapi juga memperkuat identitas Sawahlunto sebagai kota warisan budaya nasional. (IZ)
