PAYAKUMBUH-Kegiatan Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Kota Payakumbuh bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di balik penyerahan bantuan Rp35 juta kepada Masjid Baiturrahman Ompang Tanah Sirah, terdapat pesan kuat tentang arah kebijakan sosial dan penguatan legitimasi pemerintah di tengah masyarakat.
Wali Kota Zulmaeta secara langsung menyerahkan bantuan tersebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah di ruang-ruang ibadah. Bantuan ini terdiri dari Rp25 juta dari APBD Kota Payakumbuh, serta masing-masing Rp5 juta dari CSR Bank Nagari dan Perumda Tirta Sago.
Dari perspektif kebijakan publik, langkah ini menunjukkan pola kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMD dalam mendukung infrastruktur keagamaan. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik kota, tetapi juga pada penguatan nilai sosial dan religius masyarakat.
Namun, yang menjadi sorotan adalah bagaimana distribusi bantuan ini dilakukan secara merata dan transparan. Dengan alokasi hibah keagamaan yang disebut mencapai lebih dari Rp1,5 miliar pada tahun 2026, publik tentu berharap adanya sistem yang jelas dalam penentuan prioritas penerima manfaat, agar tidak menimbulkan persepsi ketimpangan.
Safari Ramadan dalam konteks ini menjadi panggung komunikasi politik sekaligus sarana menyerap aspirasi. Selain menyerahkan bantuan, wali kota juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan, memperkuat ketahanan keluarga, dan membangun solidaritas sosial.
Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya tentang angka Rp35 juta, tetapi tentang bagaimana pemerintah membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan religius, sekaligus mempertegas komitmen pembangunan berbasis nilai. (jnd)
