Wali Kota Solok Lepas Peserta Khatam Alquran di Tanah Garam


KOTA SOLOK–Suasana religius dan penuh kebanggaan mewarnai Pawai Khatam Al-Qur’an ke-8 yang digelar Masjid Al Aqsa Gawan, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Minggu (1/2/2025). Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan generasi Qur’ani.

Pawai ini diikuti oleh anak-anak yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, didampingi orang tua serta masyarakat sekitar. Kehadiran para peserta dengan busana muslim menambah kekhidmatan dan semarak kegiatan yang menjadi agenda rutin Masjid Al Aqsa tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Anggota DPRD Kota Solok Oki Oktaviado, Camat Lubuk Sikarah Budi Kurniawan, Lurah Tanah Garam Bujang, pengurus Masjid Al Aqsa, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Solok menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pengurus masjid dan seluruh masyarakat Tanah Garam yang telah berperan aktif dalam membina pendidikan keagamaan anak-anak sejak usia dini.

“Kegiatan Khatam Al-Qur’an ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama dalam menyiapkan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an. Dari sinilah kita menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral sebagai bekal mereka menjadi pemimpin di masa depan,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga berpesan kepada para peserta Khatam Al-Qur’an agar tidak cepat berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan berhenti sampai di sini. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membawa kebaikan bagi masyarakat,” tambahnya.

Pawai Khatam Al-Qur’an ke-8 ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Kelurahan Tanah Garam dalam menjaga tradisi keagamaan serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi penerus yang religius dan berintegritas. (Siska)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama