![]() |
| Wagub Sumbar berikan sambutan. (Biro Adpim) |
AGAM-Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub) Vasko Ruseimy menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari dinas teknis hingga perangkat nagari, untuk memastikan data warga terdampak bencana benar-benar akurat.
Ia menegaskan, jangan sampai ada satu pun masyarakat yang terlewat dari pendataan. Arahan tersebut disampaikan saat Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumbar di Masjid Suhada’ Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Selasa (3/3/2026).
“Saya minta Pak Wali Nagari pastikan betul datanya, koordinasi dengan Pak Camat dan dinas terkait. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terdata. Kita harus adil,” tegas Vasko.
Hal itu disampaikan Wagub saat menyikapi adanya keluhan warga terkait hilangnya lahan sawah akibat bencana, Wagub menyatakan pemerintah akan berupaya membangun kembali sawah yang rusak atau hilang, sepanjang ketersediaan lahan memungkinkan.
“Sawah yang hilang, insyaallah kita upayakan dibuat kembali kalau tanahnya ada. Kendala kita memang ketersediaan lahan, tapi akan kita maksimalkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Namun, bantuan hanya dapat disalurkan apabila data yang diajukan valid dan sesuai kondisi di lapangan.
Dalam dialog tersebut, persoalan tagihan listrik turut disampaikan warga. Wagub langsung melakukan klarifikasi dan memastikan adanya bantuan operasional listrik sebesar Rp100 ribu per minggu per blok, seraya meminta agar hal itu dikonfirmasi kembali dengan pihak PLN setempat.
Vasko mengapresiasi kerja keras relawan, perangkat nagari, dan masyarakat yang terus bergotong royong sejak masa tanggap darurat. Ia mengajak seluruh pihak tetap solid agar proses pemulihan berjalan merata.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menyampaikan Nagari Salareh Aia merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, dengan kerusakan rumah, sawah, serta adanya korban jiwa. Ia menegaskan seluruh kerusakan telah didata dan proposal bantuan senilai Rp7,9 triliun telah diajukan ke pemerintah pusat.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak, dengan tantangan utama pada ketersediaan lahan yang sesuai.
Dari pihak pengurus masjid, Datuak Tan Mangindo menyampaikan bahwa Masjid Suhada’ tetap berdiri kokoh saat bencana dan kini kembali difungsikan untuk kegiatan ibadah. Namun, ia berharap adanya bantuan untuk perbaikan atap masjid yang masih bocor saat hujan.
Wakil Gubernur menyerahkan bantuan Rp50 juta untuk masjid, 40 mushaf Al-Qur’an, Rp10 juta dari Bank Nagari, Rp3 juta dari Baznas Sumbar untuk petugas masjid, serta bantuan BPBD berupa paket sembako dan perlengkapan ibadah. Safari Ramadan ditutup dengan harapan agar pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan tidak meninggalkan satu pun warga yang berhak menerima bantuan. (adpsb/cen/bud)
