Mengguncang! Teh Kerinci–Solok Selatan Masuk Daftar Teh Kelas Dunia


Sekda Solok Selatan sampaikan sambutan  


SOLOK SELATAN-Lokakarya bertajuk “Meracik Budaya dalam Secangkir Teh” menjadi kegiatan edukatif sekaligus pengalaman sensorik yang mengangkat teh sebagai bagian dari budaya dan tradisi.

Dalam kegiatan ini, teh tidak hanya dipandang sebagai minuman, tetapi juga sebagai media untuk memahami nilai-nilai filosofis, etika, serta tradisi dari berbagai budaya, khususnya Minangkabau.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh mahasiswa S2 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), dengan dukungan dari BRIN dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. 

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga turut memfasilitasi kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/04/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, S.IP, SE, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan berharga dalam memperkenalkan budaya lokal melalui teh.

“Hari ini kita berkesempatan mengikuti lokakarya ‘Meracik Budaya dalam Secangkir Teh, Teh Talua dan Budaya Minangkabau’,” ujarnya.

Kegiatan ini digelar di SMAN 6 Solok Selatan yang berada di kawasan Sungai Lambai, Kecamatan Sangir, tepat di samping hamparan kebun teh Liki.

Syamsurizaldi juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa S2 FIB UI serta pihak BRIN dan Kementerian Kebudayaan yang telah memprakarsai kegiatan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta Bapperida sangat mendukung kegiatan yang bermanfaat ini,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan di SMAN 6 Solok Selatan, tim yang terdiri dari Kepala Pusat Manuskrip, Literatur dan Tradisi Lisan BRIN, Wakil Dekan FIB UI, serta para peneliti telah melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi.

Berdasarkan sejumlah literatur, terdapat tiga kawasan penghasil teh kelas dunia, yaitu dari kebun teh di kaki Pegunungan Himalaya (Nepal), Gunung Fujiyama (Jepang), serta Gunung Kerinci yang berada di wilayah Solok Selatan dan Kerinci.

Teh premium dari kawasan tersebut diketahui telah lama menjadi konsumsi kalangan bangsawan di Eropa, Cina, Jepang, hingga Timur Tengah. (jup)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama