Aktivitas PETI di Kuansing Dilarang, Transaksi di Pasar Turun Tajam

Aktivitas pasar tradisional di Kuansing 


KUANSING-Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan dompeng memang melanggar hukum.

 Namun di sisi lain, aktivitas tersebut dinilai turut berdampak terhadap roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Ramainya aktivitas ekonomi di sejumlah pasar tradisional di Kuansing disebut-sebut tidak terlepas dari penghasilan masyarakat yang bekerja sebagai penambang dompeng, petani sawit, maupun petani karet.

“Kalau pasar ramai, biasanya karena tiga hal itu, pekerja dompeng, petani sawit, dan petani karet,” ujar salah seorang ibu rumah tangga warga Kuansing saat dimintai tanggapan, Senin (11/5/2026).

Ia mengaku, meski pekerjaan suaminya sebagai pekerja dompeng tidak membuat kehidupan mereka kaya, namun penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak.

“Walaupun tidak membuat kaya, setidaknya cukup untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah anak kami,” ucapnya.

Menurutnya, pekerjaan sebagai penambang dompeng bukanlah pekerjaan yang menjamin masa depan. Namun karena keterbatasan ekonomi, mereka tetap bertahan menjalani pekerjaan tersebut.

“Kami juga ingin punya kebun sawit atau kebun karet, karena kami tahu pekerjaan dompeng ini tidak menjamin hari tua. Tapi apalah daya, terpenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah saja kami sudah sangat bersyukur,” terangnya.

Ia menambahkan, penghasilan suaminya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Dari penghasilan itu, mereka berusaha menyisihkan uang untuk kebutuhan belanja mingguan di pasar.

“Setiap hari kami sisihkan Rp50 ribu sampai Rp100 ribu untuk belanja saat hari pasar. Kadang kami bawa uang Rp500 ribu untuk membeli ikan, cabai, bawang dan kebutuhan lainnya. Itupun harus pandai mengatur uang agar cukup untuk kebutuhan satu minggu ke depan,” tutupnya. (Ridho)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama