Kenalan dengan SIMO dan SIMI, Maskot Resmi SIMSALABIM Solok Selatan



SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Tim Penggerak (TP) PKK resmi memperkenalkan SIMO dan SIMI sebagai maskot aplikasi Sistem Informasi Dasawisma Langsung, Bermanfaat, Inovatif, dan Mandiri (SIMSALABIM).

Peluncuran kedua maskot tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, serta pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (22/6/2026).

Kehadiran SIMO dan SIMI menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan guna mewujudkan program Solok Selatan Satu Data.

Ketua TP PKK Kabupaten Solok Selatan, Hj. Erniati Khairunas, mengatakan bahwa SIMO dan SIMI bukan sekadar karakter atau maskot, melainkan representasi semangat bersama dalam menghadirkan data yang akurat dan berkualitas.

“SIMO dan SIMI hadir sebagai simbol keharmonisan, persatuan, adat, dan budaya Minangkabau. Keduanya juga menggambarkan generasi modern yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Mereka menjadi wajah dari gerakan Solok Selatan Satu Data yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan mudah dipahami oleh semua kalangan,” ujar Erniati.

Menurutnya, SIMO dan SIMI memiliki peran sebagai duta edukasi sekaligus pendamping masyarakat dalam pelaksanaan pendataan melalui aplikasi SIMSALABIM. Kehadiran keduanya mencerminkan semangat para kader dan petugas yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan data yang dihimpun benar, lengkap, dan mutakhir.

SIMO digambarkan sebagai sosok yang energik, optimistis, dan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat. Sementara itu, SIMI hadir dengan karakter yang santun, inovatif, serta penuh kepedulian dalam mendampingi proses pendataan.

“Melalui karakter SIMO dan SIMI, kami ingin menyampaikan bahwa pendataan bukan sekadar mengisi formulir. Pendataan merupakan upaya bersama untuk mengenali kondisi masyarakat, memahami kebutuhan keluarga, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan,” tambahnya.

Dalam implementasinya, SIMO dan SIMI menjadi representasi para kader dan petugas pendata yang melakukan kunjungan ke masyarakat, memverifikasi data, serta menginput informasi melalui aplikasi SIMSALABIM. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan pemerintah daerah sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan program pembangunan.

Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat memastikan berbagai program pelayanan publik, bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, SIMO dan SIMI juga menjadi simbol harmonisasi antara budaya dan teknologi. Keduanya membawa pesan bahwa Solok Selatan tetap menjunjung tinggi adat dan budaya, sekaligus terus beradaptasi dengan perkembangan digital untuk mewujudkan tata kelola data yang modern melalui program Solok Selatan Satu Data. (jup)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama