SOLOK SELATAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan pembelajaran dengan metode Blended Learning, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan belajar tatap muka dengan pembelajaran daring secara terencana. Melalui metode ini, peserta didik diharapkan tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, efektif, dan merata.
Penerapan Blended Learning menjadi salah satu langkah strategis Dinas Pendidikan dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, guru dapat mengajar lebih dari satu sekolah secara efektif tanpa mengurangi kualitas proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd., MM, saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/7/2026), mengatakan bahwa penerapan metode Blended Learning merupakan inovasi yang difokuskan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Menurut Hamudis, model pembelajaran tersebut tidak hanya memudahkan proses pembelajaran lintas sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Metode ini mendorong transformasi pembelajaran menuju pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Peserta didik tidak hanya memperoleh materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan kemampuan literasi digital, komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, serta kemandirian dalam belajar," ujar Hamudis.
Sebagai bagian dari persiapan implementasi program, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan telah menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, KKG PJOK, serta para guru terkait pada Rabu (8/7/2026) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan.
Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, perangkat pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi digital yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.
Hamudis menjelaskan, melalui metode ini nantinya peserta didik yang berada pada kelas dan jenjang yang sama di beberapa satuan pendidikan akan mengikuti proses pembelajaran secara bersamaan melalui sistem daring dengan dukungan papan interaktif digital. Dengan demikian, guru dapat memberikan pembelajaran secara serentak kepada beberapa sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik pada mata pelajaran tertentu.
Selain meningkatkan efektivitas pembelajaran, penerapan Blended Learning juga diharapkan mampu mengatasi keterbatasan jumlah guru pada sejumlah sekolah, sehingga pemerataan kualitas layanan pendidikan dapat terwujud.
Di akhir keterangannya, Hamudis berharap program tersebut dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan bagi seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan.
"Melalui pemanfaatan teknologi, kami berharap program ini menjadi jembatan pemerataan layanan pendidikan sehingga seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dari guru yang kompeten tanpa dibatasi oleh jarak maupun lokasi sekolah," tutupnya. (jup)