JEMBER - Warga Dusun Rejeb, Desa Sukowiryo dan Dusun Leces 1, Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini tak lagi harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas. Jembatan gantung yang menghubungkan dua dusun tersebut dapat digunakan setelah diresmikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, Jumat (28/8/2026).
Jembatan sepanjang sekitar 60 meter dengan lebar 1,2 meter itu dibangun sebagai bantuan dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Sebelumnya, jembatan semi permanen yang dibangun secara swadaya masyarakat terseret arus banjir pada Januari 2026 lalu.
Selama sekitar tujuh bulan, warga terpaksa menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai pergi ke sawah hingga mengantarkan anak ke sekolah.
Kini, aktivitas itu kembali lebih mudah. Warga bahkan sudah dapat membawa sepeda motor melintasi jembatan, meski harus dilakukan secara bergantian karena lebar jembatan hanya 1,2 meter.
Jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga Dusun Rejeb yang berada di sisi timur sungai dan Dusun Leces 1 di sisi barat. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menggunakan sungai sebagai jalur penyeberangan setelah akses penghubung sebelumnya tersapu banjir.
Koordinator Pembangunan Jembatan Gantung dari PSMTI Pusat, Ricky Suharlim mengatakan, pembangunan jembatan di Jelbuk menjadi salah satu yang diprioritaskan setelah adanya permintaan bantuan dari masyarakat.
Menurut Ricky, keputusan itu juga didorong oleh keterlibatan Letjen TNI (Purn.) A.M. Putranto yang merupakan putra daerah Jember. Ketika mendapat informasi mengenai permintaan pembangunan jembatan di kampung halamannya, Putranto yang juga Dewan Kehormatan PSMTI Pusat tersebut, disebut langsung memberikan perhatian.
Ricky mengatakan, PSMTI selama ini tidak hanya bergerak di bidang bisnis, seperti anggapan sebagian masyarakat. Organisasi tersebut telah lama menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
"Kami sudah lama bergerak dalam bidang ini. Cuma selama ini senyap, karena kami berpedoman lakukan dengan ikhlas. Manusia yang bermanfaat adalah yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua PSMTI Jawa Timur, Pepeng Putra Wirawan mengatakan, pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari visi dan misi PSMTI dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyebut, jembatan di Jelbuk merupakan jembatan gantung ke-270 yang diresmikan dalam rangkaian pembangunan 1.000 jembatan PSMTI di seluruh Indonesia.
"Salah satu visi dan misi daripada PSMTI adalah pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya adalah pembuatan jembatan gantung yang ada di Desa Sukowiryo," kata Pepeng.
Sementara itu, Sekretaris Umum PSMTI, Peng Suyoto menuturkan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan bersama Vertical Rescue Indonesia (VRI) untuk membantu masyarakat di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.
PSMTI, kata dia, tidak ingin pembangunan jembatan tersebut menjadi yang terakhir. Pihaknya akan terus bekerja sama dengan VRI untuk membantu pembangunan jembatan di daerah yang membutuhkan.
Peng juga meminta masyarakat dan aparat desa ikut merawat jembatan tersebut agar manfaatnya bisa lebih lama dirasakan oleh masyarakat setempat. Sebab, jembatan memiliki standar kapasitas dan penggunaan.
"Kalau motor lewat satu, kalau anak-anak juga jangan sekalian karena ada standarnya," ujarnya.
Saat menyampaikan pidatonya, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan terima kasih kepada A.M. Putranto dan PSMTI yang telah membantu menyediakan akses bagi masyarakat Jember.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyebut, kehadiran jembatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk membuka akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat tidak adanya jembatan penghubung.
Ia bahkan membatalkan agenda sebagai pembicara dalam pembekalan wisuda di Universitas Airlangga Surabaya demi menghadiri peresmian jembatan tersebut.
"Karena Jenderal (A.M Putrantor) dan Bapak-bapak (Pengurus PSMTI) datang ke Jember untuk bantu rakyat saya, saya cancel Pak. Saya (memilih) datang ke tempat ini," ungkap Gus Fawait.
Gus Fawait berharap, kolaborasi tersebut dapat berlanjut dengan pembangunan jembatan lain di Jember."Insyaallah ada dua jembatan. Mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi jembatannya," ujarnya.
Sebagai informasi, bantuan jembatan gantung dari PSMTI di Jember tidak hanya berada di Desa Sukowiryo Kecamatan Jelbuk, tapi juga ada satu jembatan lagi di wilayah Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti. Peresmian jembatan kedua dilakukan pada hari yang sama, Jumat (28/8/2026), yang dijadwalkan selepas salat Jumat. (rus)
