Berani Berkompetisi, Berani Berprestasi

 

Siswa di SMA 2 Sumbar didekatkan dengan budaya Minang



Liputankini.com-SOLOK – Usianya baru sekitar enam tahun.  Tahun ini baru meluluskan angkatan ketiga. Dalam usia sangat belia ini,  SMAN 2 Sumbar seperti berlian yang baru ditemukan. Ia melejit meninggalkan SMA lainnya yang sudah berusia puluhan atau belasan tahun.


Bagi sekolah ini, SMA bukan sebatas Sekolah Menengah Atas melainkan perpaduan antara Sekolah, Masjid dan Asrama. Di Sekolah, dilakukan pemantapan  kegiatan intra/ko/ekstrakurikuler. Masalah akademik menjadi perhatian utama. Melalui masjid digelar  program tahfiz Quran, salat berjemaah dan Takmir, pengelolaan masjid secara penuh. Beragam ibadah dipusatkan di masjid ini. Sementara di Asrama, para siswa ditempa untuk memantapkan pendidikan karakter, budaya dan beragam pembiasaan lainnya.


“Perpaduan Sekolah, Masjid dan Asrama berbuah manis,” jelas kepala SMAN 2 Sumbar, Irsyad, M.Pd.


Maksimalnya pengelolaan akademik, mengantar SMA ini meraih beragam prestasi sejak awal berdiri. Begitu menerima siswa baru pada tahun pelajaran 2016/2017,  sekolah sudah berani ikut berkompetisi dalam berbagai ajang, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun Nasional. Hasilnya, sepanjang 2016, SMA yang berlokasi di Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok ini mampu mencatatkan sejumlah prestasi.


Adapun sebagian prestasi yang berhasil diraih sepanjang 2016  adalah juara III The Rising Star Competition IX,  Juara I Cabang Geografi Pra Olimpiade Tk SMA se-Sumatera Barat, Juara I Bidang Kebumian OSN Tingkat SMA/MA/SMK, Juara III Lomba PBB Tingkat SLTA se- Sumatera Barat, Juara 1 cabang Lompat Tinggi O2SN, Enam siswa  tepilih untuk Pakibraka Kabupetan Solok, peserta  terbaik Peace Pare Juara 2 lomba baca puisi FLS2N tingkat Sumatera Barat, dan masih ada sederet prestasi lainnya yang diraih sepanjang 2016.  Pada tahun pertama ini pun SMAN 2 Sumbar menjadi duta Sumbar ke tingkat Nasional dalam lomba baca puisi pada FLS2N.


Tiga sentra  kegiatan yang dipadu menjadi SMA ini, berjalan secara terintegrasi, antara satu dan lainnya saling mempengaruhi; saling menguatkan. Perpaduan antara prestasi akademik dan pendidikan karakter berjalan seiring.


Tekad tersebut pula yang mengantarkan SMA ini kian  berani berkompetisi dan meraih prestasi. Tahun 2017 dibuka dengan torehan prestasi sebagai juara I Lomba Geografi tingkat Kabupaten Solok maupun tingkat provinsi yang digelar UNP, kemudian Juara II Olimpiade Sosiologi yang digelar MAN Koto Baru, Juara I Debat Festival Bahasa dan Sastra Indonesia di Unand, harapan I LCC Bahasa Indonesia tingkat Sumatera Barat. Juara I  Lomba Baca Puisi se-Sumatera Barat, Juara I  Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional, Juara I Tahfidz Putra Juara II Tahfidz Putri. Masih ada prestasi lain yang diraih sepanjang 2017.


Tahun 2018 pun beragam prestasi berhasil diraih. Begitupun pada 2019 ini, sekolah baru saja memborong dua gelar pada Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Inggris (LDBI). SMAN 2 Sumbar akan berlaga di tingkat Provinsi Sumbar pada LDBI 2019. SMA ini akan mengawali tahun pelajaran 2019/2020 dengan berkompetisi di ajang LDBI di tingkat Sumbar pada Juli 2019 nanti. Kompetisi dan prestasi kembali mengiringi perjalanan SMA yang berkampus di Kabupaten Solok ini.


Sebagai Boarding School atau sekolah berasrama, SMAN 2 Sumbar sejak awal sudah menanamkan budaya kompetisi kepada siswanya. Setiap siswa berkompetisi dengan dirinya sendiri, setiap hari ada kemajuan yang didapat. Bukan hanya di bidang akademik, juga non akademik. Bahkan lulusan kedua tahun 2017/2018, sebanyak 12 siswa berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Suzhou Institute Trade Commerce, China.


“Tamatan 2018/2019 ini, semuanya tahfiz,” ujar Irsyad.


Para siswa ada yang tahfiz satu juz hingga lima juz. Ini memperlihatkan jika Masjid memberikan sentuhan tersendiri kepada para siswa. Keberhasilan ini berbanding lurus dengan prestasi akademik mereka, lebih dari 98 persen lulusan SMAN 2 Sumbar dua tahun terakhir berhasil memasuki PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Indonesia. Sekalipun baru terakredirasi  setahun belakangan, tetapi para siswa mampu bersaing dengan lulusan dari berbagai SMA di Sumatera Barat.


Semakin Diminati


Perpaduan SMA (Sekolah, Masjid dan Asrama) di sekolah ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi tamatan SMP/MTs di Sumatera Barat. Apalagi tahun ini, SMA berasrama ini juga mengembangkan pendidikan Berbasis Bahasa Budaya dan Riset (BBBR), dengan meletakkan Tahfiz Quran sebagai simpul penguatan pendidikan karakter.


Terlihat dari meningkatnya jumlah peminat untuk masuk ke SMA ini dari tahun ke tahun. Kapasitas asrama hanya bisa menampung 125 siswa setiap tahun. Sementara jumlah pendaftar selalu di atas 700 orang.


“Tahun ini jumlah pendaftar sudah di atas 700 orang,” jelas Irsyad.


Meningkatnya jumlah pendaftar tidak terlepas dari kebijakan baru untuk Boarding School ini, yang menggunakan sistem zonasi nasional. Tamatan SMP/MTs dari seluruh Indonesia bisa memilih SMA ini. Karena itu kompetisi semakin ketat. Siswa sudah harus berkompetisi memperlihatkan kemampuan terbaiknya sejak awal. Hanya mereka yang berhasil mememangkan kompetisi yang akan diterima di SMA Unggul Sumatera Barat ini


Inilah SMAN 2 Sumbar, berani berkompetisi dan berani berprestasi. SMA yang selalu mampu  memadukan prestasi akademik dan pendidikan karakter.


Selain melihat potensi wisata, Eka Putra juga memandang perlunya keberpihakan pemerintah pada sektor pertanian di Kabupatan Solok. “Pupuk harus dibuat murah, pemasaran harus lebih mudah, sehingga petani sejahtera,” katanya.


Menurutnya, petani jangan disulitkan untuk mendapatkan bibit dan pupuk. “Negara harus hadir untuk memberikan solusi bagi petani,” katanya.


Masyarakat setempat menyambut baik kedatangan Eka Putra.  Masyarakat merindukan tokoh yang mau memperjuangkan nasib rakyat di pemerintah pusat.


Agus Syahdeman mengemukakan, Eka Putra merupakan anak muda yang punya jabatan strategis di DPP Partai Demokrat. “Pak Eka layak didukung ke Senayan,” katanya.


Dijelaskan Agus, Partai Demokrat akan selalu berbuat yang terbaik kepada masyarakat. Lantaran itu pula, kader diwajibkan mencari dan mengumpulkan keinginan masyarakat yang nantinya harus diperjuangkan melalui lembaga legislatif. “Demokrat ingin masyarakat maju, ekonomi tumbub dan daya beli menguat karena masyarakat punya akses memperoleh dan meningkatkan pendapatan keluarga.,” kata Agus yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok itu. (*)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama