Banggalah dengan Perjuangan PDRI!


LIMAPULUH KOTA, MJ News. Upacara peringatan gugurnya sembilan syuhada dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam rangkaian sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Kenagarian Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh berlangsung penuh khidmat, pada Jumat (10/1/2020).

Ferizal Ridwan dalam mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, karena setiap tahun pada tanggal 10 Januari selalu rutin melakukan peringatan gugurnya 9 Syuhada.

Bahkan, berkat semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para syuhada ini, telah berhasil mewariskan negera kesatuan Republik Indonesia, yang sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Untuk itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengajak masyarakat untuk bangga serta ikut menyuarakan peristiwa penyelematan bangsa yang pernah terjadi di sumatra barat khususnya di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, yang dikenal sebagai basis PDRI, serta perjuangan Tan Malaka yang disebut sebagai bapak republik.

“Ini adalah proposal besar kita untuk kita ajukan ke pemerintah pusat, sebagai kompensasi atas jasa dan perjuangan PDRI sebagai penyelamat bangsa,” imbuhnya.

Di samping itu, Wabup Ferizal Ridwan sangat bersyukur, atas dilanjutkan kembali pembangunan Monumen Nasional PDRI oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian Pendidikan RI.

“Alhamdulillah diakhir 2019 kemaren, Monas PDRI telah dibangun kembali. 32,3 Milyar dikucurkan untuk pembangunan. Untuk itu, kesadaran kokektif mesti harus kita tingkatkan di Kabupaten Limapuluh Kota untuk kemajuan daerah yang lebih baik,” tukasnya.

“Jangan sampai kehilangan objektifitas walau terhadap orang yang tidak disukai. Untuk itu mari sama-sama kita komunikasikan, ketimbang mengadu domba,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pandam Gadang, Rusli Said Dt Rajo Imbang ketika menyampaikan lintas sejarah peristiwa gugurnya 9 Syuhada pejuang PDRI di Titian Dalam berharap agar di lokasi makam ini dibangun patung para syuhada yang gugur dalam peristiwa Titian Dalam, yang menujuk ke Jembatan Titian Dalam. Di samping itu juga dibuat prasasti yang bertuliskan nama-nama dan gambaran perjuangan para syuhada. (*/eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama