Komisioner KPAI Ini Minta Maaf

loading...


  • Terkait ‘Hamil di Kolam Renang’

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty.

JAKARTA, MJ News - Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty bikin heboh dengan pernyataan ‘wanita berenang bersama pria bisa hamil’. Pernyataannya itu memancing olok-olok dan akhirnya ia meminta maaf.

“Iya. Bu Hikmah sampaikan (maaf) di group komisioner,” kata Ketua KPAI Susanto saat dikonfirmasi, Minggu (23/2/2020).

Ada tiga poin penjelasan Sitti Hikmawatty soal hamil di kolam renang. Intinya dia meminta maaf.

Berikut ini penjelasan komisioner KPAI Sitti Hikmawatty soal hamil di kolam renang tersebut:

Terkait statemen saya mengenai kehamilan di kolam renang, perlu saya sampaikan sebagai berikut:

1. Saya meminta maaf kepada publik karena mem berikan statemen yang tidak tepat.

2. Statemen tersebut adalah statemen pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statemen tersebut.

3. Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya.

Demikian, atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan terimakasih.
Komisi VIII DPR merasa prihatin dengan pengetahuan Sitti tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan pengetahuan seorang Komisioner KPAI yang menyebut ‘hamil di kolam renang’. Pandangannya tidak mencerminkan seorang yang seharusnya mengetahui secara mendalam tentang alat-alat reproduksi,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syad zily kepada wartawan, Minggu (23/2/2020).

Ace mengatakan pengetahuan tentang kehamilan dan tumbuh kembang anak merupakan hal yang sangat mendasar bagi seorang Komisioner KPAI, agar dapat menjalankan tugasnya dengan profesional. Kehebohan yang ditimbulkan dari pernyataan Sitti akan dijadikan evaluasi untuk memilih Komisioner KPAI di masa depan.

“Ini jadi pelajaran bagi Komisi VIII untuk lebih selektif lagi memilih Komisioner KPAI ke depan. Tidak boleh seorang Komisioner KPAI menyampaikan pengetahuan yang berasal dari sumber pengetahuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya dikutip detikcom.

“Saya kira yang bersangkutan harus sensitif dan peka terhadap tuntutan masyarakat, terutama netizen. Apa yang disampaikan Sitti Hikmawaty menjadi bahan olok-olokan publik,” imbuh politikus Golkar tersebut. (eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama