Peringatan 93 Tahun Perlawanan Rakyat Silungkang

loading...


SAWAHLUNTO, MJ News. Tepat 1 Januari tahun 2020 lalu, genap sudah 93 tahun perlawanan rakyat Silungkang terhadap penjajahan colonial Belanda tanggal 1 januari 1927. Maka dari itu Sabtu (4/1/2020 ) lalu perjuangan itu diperingati di depan Tugu Perjuangan Rakyat Silungkang yang berada di Pasar Silungkang.

Hadir dalam peringatan tersebut Ketua Umum Persatuan Keluarga Putra Putri Perintis Kemedekaan Indonesia ( PKP3KI ) Meutia Hatta dan adiknya Halida Hatta, Ketua PKP3KI Sumbar, Herman Nawas, Walikota Sawahlunto Deri Asta, SH dan Wakil Walikota Zohirin Sayuti serta keluarga PKP3KI.

Sebelum acara digelar drama kolosal tentang bagaimana perjuangan rakyat Silungkang melawan penjajah colonial Belanda yang dibawakan siswa dan siswi SMP/SDI Silungkang . penampilan mereka mendapatkan aplaus dari masyarakat yang hadir, bahkan ada yang meneteskan air mata melihat betapa pedihnya perlaukuan yang dialami pejuang mereka dahulu.

Perlawanan rakyat Silungkang meski berlangsung 1 hari lebih, tapi ini sangat menguncang sawahlunto, Batavia bahkan Belanda dan Eropa terguncang atas perlawanan ini. Betapa tidak, Sawahlunto pada waktu itu sangat berarti sekali bagi Belanda disebabkan batubara yang diekpor ke Eropa berasal dari Sawahlunto. Jika tidak segera dipadamkan bisa berakibat fatal bagi Belanda.

Akibat perlawanan rakyat Silungkang yang dibantu 18 nagari 5 orang dihukum gantung, 3 orang berasal dari Silungkang dan lainnya ditahan di berbagai penjara di Indonesia sampai dibuang ke Boven Digul. Disana mereka bertemu dengan Bung Hatta dan Bung Syahril yang juga dibuang oleh Belanda.

Saat ini, hampir semua pelakunya telah berpulang ke hadirat Illahi dan begitu pula saksi-saksi mata utamanya. Yang kini tersisa hanyalah orang-orang tua yang pada saat peristiwa itu meletus masih sangat belia dan tidak terlibat langsung serta melihatnya secara menyeluruh.

Namun, satu-satunya yang lengkap mengenai peristiwa ini adalah Keputusan Pemerintah Republik Indonesia yang menetapkan dan mengangkat sebagian dari pejuang-pejuang itu sebagai pahlawan Pejuang Perintis Kemerdekaan. Didirikan pula sebuah monumen yang diberi nama Tugu Perintis Kemerdekaan yang diresmikan tahun 1947 oleh Wakil Presiden pada waktu itu Drs. Moh. Hatta sebagai tanda bahwa di wilayah Silungkang dan sekitarnya pernah terjadi perjuangan heroik.

Perjuangan rakyat Silungkang ini merupakan mata rantai perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya yang diakui oleh Negara.

Pada peringatan perjuangan rakyat Silungkang ini, Walikota Deri Asta memuji dan mengapresiasi kegiatan peringatan perlawanan rakyat Silungkang itu. Menurut Deri, acara ini berperan penting dalam melestarikan nilai - nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Silungkang.

“Kita jangan lupakan sejarah begitu saja,maka dengan cara seperti kegiatan ini sangatlah penting. Kita berterimakasih pada masyarakat Silungkang, telah melakukan kegiatan ini, yang telah turut berkontribusi dalam melestarikan nilai sejarah Sawahlunto. Dari Pemko kita tentu siap mendukung terus kegiatan - kegiatan seperti ini, kita adalah kota wisata yang mengandalkan nilai sejarah dan budaya selain wisata rekreasi. Maka untuk hal sejarah dan budaya ini, kita dukung dan beri perhatian,” puji Deri.

Tak lupa, pujian dan dukungan juga disampaikan Meutia Hatta. Putri Proklamator Mohammad Hatta itu mengaku sangat terharu melihat acara yang dilakukan anak Nagari Silungkang dalam mengenang perjuangannya para pendahulu mereka tersebut.

“Kita sedang memperkuat kenangan pada masa-masa perjuangan yang menentukan kemerdekaan bangsa ini. Memperkuat kenangan ini penting, yang harus kita fokuskan sekarang adalah bagaimana kenangan perjuangan kakek - nenek kita ini membakar dan memacu semangat kita sekarang dalam mengisi dan membangun bangsa yang kini telah merdeka berkat pengorbanan para pejuang dahulu,” ujar Meutia Hatta. (*/Humas)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama