Abdul Rahman: Kalau Sekedar Seremonial, Lebih Baik Musrenbang Ditiadakan

loading...

Plt Bupati Solsel H.Abdul Rahman membuka launching musrenbang. (ist)

PADANG ARO, MJ News - “Dari pada menghabiskan anggaran dan membuang waktu serta energi, kalau tidak ada manfaatnya, lebih baik musrenbang ini dihapus saja."

Hal ini dikatakan oleh Plt Bupati Solok Selatan H. Abdul Rahman untuk mewanti-wanti Bappeda pada pembukaan launching musyawarah rencana pembangunan, "MUSRENBANG RKPD TAHUN 2021" di Kecamatan Sangir Batang Hari, Rabu (4/3/2020).

Ia mengatakan, musrenbang merupakan sebagai menampung aspirasi dari masyarakat. Musrenbang ini dimulai dari tingkat jorong sampai ke tingkat kabupaten, namun hasil pembangunan untuk masyarakat itu ada juga yang nol di tingkat kecamatan.

Dia melanjutkan, ada beberapa ruas jalan kabupaten yang telah berubah statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Walaupun jalan itu statusnya provinsi kita berkewajiban juga mengusulkan kepada wakil kita di provinsi, melalui anggota dewan kita.

"Di provinsi tu ada anggaran tiap tahunnya sekitar Rp2 trilun, kalau itu dibagikan di tiap kabupaten dan kota itu sudah cukup lumayan juga. Tapi Kabupaten Solok Selatan hanya mendapat porsi sekitar Rp8 milyar," jelas Rahman.

Dijelaskan Rahman, Musrenbang ini jangan hanya menjadi formalitas dan menghabiskan anggaran, sebab musrenbang ini semakin kurang dipercayai masyarakat.

“Musrenbang itu tidak hanya menjadi seremonial saja dan prinsipnya harus transparan, kapan perlu di tiap kecamatan dipasang kron, boleh masyarakat mengetahui hasil musrenbang itu," tegas Rahman.

"Kita harus merobah percepatan-percepatan pembangunannya, supaya ada kepercayaan dari wakil rakyat kita," katanya lagi.

Seentara itu, Wakil Ketua DPRD Solok Selatan Ali Sabri Abas mengatakan, sebenarnya berterima kasih kepada Bappeda telah mengambil tempat di Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH) untuk launching musrenbang ini.

"Sebenarnya kami ini anggota dewan yang gagal memperjuangkan aspirasi masyarakat di dapil III (Kecamatan SJJ, SBJ, SBH) dikarenakan masih ada lagi kecamatan yang nol mendapat pembangunan seperti Kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ), mendingan juga kecamatan Sangir Batang Hari mendapat juga hasil pembangunan tahun 2020.

“Bahkan di dalam pembahasan anggaran berhabis hari dan sampai malam, untuk memperjuangkan masyarakat ini bertinju saja tidak dengan Bappeda,” kata Ali.

Dia menjelaskan Kalau diharapkan kepada pokir, dulu pokir Rp1 milyar, sekarang pokir hanya Rp500 juta. Diandalkan kepada pokir sebanyak itu, kapan kita bisa membangun untuk masyarakat?" katanya.

"Memang di nagari itu sudah ada dana nagari, tetapi itu sudah terfokus patokan pada nagari, ini tidak bisa lagi diganggu," katanya lagi.

"Kecamatan SBJ ini bagaikan ibarat hp, hp ada tapi pulsa tidak ada, rencana ingin membangun ada tapi pitih tidak ada, akhirnya nol hasil pembangunannya," katanya berumpama.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, Dapil 3 ini yang terdiri dari tiga Kecamatan Sangir Jujuan (SJJ), Sangir Balai Janggo dan Sangir Batang Hari, daerah yang jauh tertiggal bila dibandingkan dengan dapil tetangga yaitu Sungai Pagu.

“Daerah ini sudah lama majunya, bahkan orangnya sudah ada yang menjadi jenderal, kalau di tempat kami pangkat yang paling tinggi baru setingkat kapolsek,” ujarnya.

"Mungkin Pemkab Solsel sekedar cari nama mungkin, banyak status jalan yang sudah berubah statusnya, jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, kalau sudah menjadi jalan privinsi tentu kami di DPRD tidak bisa menganggarkan lagi. Akhirnya kami menjadi sumpah masyarakat banyak, kami yang sering lewat di jalan itu tidak bisa menganggarkan, jalan yang sudah banyak rusak kami tidak bisa berbuat apa-apa," keluhnya.

"Jalan kabupaten yang telah menjadi jalan provinsi, kalau tidak mampu kembali saja ke jalan kabupaten kembali, jalan provinsi yang paling terparah rusaknya sekarang ini antara perbatasan Nagari RPC dengan Abai. Kalau tidak diperbaiki secepatnya bisa mengundang kematian," ungkap Wakil Ketua DPRD Solok Selatan itu.

Camat Sangir Batang Hari, Gusharnadi di dalam sepatah katanya mengatakan ucapan selamat datang di Kecamatan SBH yang memiliki penduduk 16.000 ribu jiwa, dengan jumlah KK 4.032.

Baru-baru ini Kecamatan Sangir Batang Hari bertubi-tubi mendapat musibah yaitu banjir bandang yang merendam beberapa nagari.

“Kecamatan SBH mempunyai 7 nagari yaitu nagari RPC, Abai, Sitapus, Dusun Tangah, Lubuk Ulang Aling Selatan, Lubuk Ulang Aling Tengah, Lubuk Ulang Aling Utara, dengan mempunyai geografis yang sangat sulit sekali," terang camat.

“Untuk itu kami mengharapkan sekali pembangunan jalan tembus dari Abai ke Sungai Dareh dan juga tambatan tempek yg memadai. Dam samping mesjid Abai yang sangat mendesak sekali ,kalau tidak di dam dekat migrat mesjid Abai, masyarakat khawatir mighrab mesjid akan roboh," jelas Gusharnadi.

Launching musrenbang ini dilaksanakan di aula kantor camat SBH yang dihadiri oleh Plt Bupati Solsel H.Abdul Rahman Wakil Ketua DPRD Solsel Ali Sabri Abas, Armen Syahjohan, Asisten l Fidel Efendi OPD terkait, Danramil Sangir Kapten Afrizal, Kapolsek SBH IPTU Amril Helmi, Camat se-Solok Selatan, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (EDI MS)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama