Kepala BKKBN Sumatera Barat Lantik 24 ASN

loading...


PADANG, MJ News - Pada saat ini sangat diperlukan penataan diseluruh bagian, baik di Bagian Program (Bidang) maupun di Lini Lapangan. Dengan adanya penambahan tenaga baik petugas lapangan dan staf dalam pelaksaan tupoksi, semua saling berkaitan dan saling mendukung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat (Sumbar), Etna Estelita saat melantik dan pengambilan sumpah bagi 24 orang ASN Perwakilan BKKBN Sumbar di Ruang Latbang BKKBN Sumbar, Senin (9/3/2020).

“Maka diperlukan personil yang terampil, yang memiliki kemampuan yang memadai sesuai dengan bidangnya. Kedepannya, tuntutan profesi akan selalu berkaitan dengan teknologi informasi, maka diperlukan adanya tenaga fungsional umum dan fungsional khusus yang memiliki kemampuan dalam IT," ujarnya.

Dia menambahkan, semua personil ditantang untuk menjalankan tupoksi dengan memanfaatkan teknologi informasi, tentu saja hal ini untuk pelaksanaan tupoksi yang lebih efisien. SDM yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan bidangnya, sehingga semua tugas terlaksana dengan baik.

“Saya ucapkan selamat kepada para ASN yang dilantik pada hari ini, semoga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada saudara. Semoga dengan diangkatnya CPNS menjadi PNS dapat memacu untuk terus menambah dan meningkatkan kualitas kerja dalam memberikan pelayanan yang prima pada Perwakilan BKKBN Sumbar,” terangnya.

Lebih lanjut Etna Estelita mengatakan, kunci utama yang menjadi pegangan dalam pelaksanaan tugas adalah CETAK TEGAS (Cerdas Tangguh Kerjasama Integritas dan Ikhlas).

“Terkait dengan hal itu, kami berharap agar orientasi kemajuan kelembagaan yang terprogram dan bersistem menjadi fokus pelaksanaan tugas. Keberadaan saudara tidak hanya memenuhi tuntutan tugas rutin, tetapi yang tidak kalah penting adalah memenuhi tuntutan peningkatan kapasitas dan pengembangan institusi ini,” tukasnya.

“Tuntutan program yang terus bergerak dengan cepat, tentunya masalah yang dihadapi ikut pula mengalami perubahan. Implikasinya, tidak semua masalah dapat lagi dipecahkan dengan cara dan pola pikir konvensional, yang telah menjadi “mindset” selama ini, tetapi pola pikir dan prilaku juga harus diubah dan dikembangkan seirama dengan tuntutan organisasi, program dan perubahan yang terjadi di masyarakat,” tambahnya. (rel)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama