Sekdako Solok Buka Mimbar Sarasehan dan Rembug Madya KTNA Tahun 2020

loading...


KOTA SOLOK, MJ News - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sebagai mitra pemerintah senantiasa seiring dan sejalan dalam pembangunan pertanian. KTNA ini ada dalam semua tingkatan pemerintahan dimulai dari pusat sampai ke kecamatan. Peran KTNA sangat strategis sebagai mitra pemerintah karena anggota KTNA merupakan petani andalan di tiap wilayah. Beberapa kegiatan rutin KTNA diantaranya rembug harian, rembug madya, rembug paripurna dan mimbar sarasehan.

Pada tanggal 4 dan 5 Maret 2020 bertempat di Aula Dinas Pertanian Kota Solok, dilaksanakanlah Mimbar Sarasehan dan Rembug Madya KTNA Tingkat Kota Solok. Hadir dalam acara pembukaan Sekretaris Daerah Kota Solok, Nova Elfino yang mewakili Wali Kota Solok, Ketua KWT HKTI, Elfia Reinier, Sekretaris Dinas Pertanian, Refendi, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Zeldi Efiza, Perwakilan dari Dinas PUPR, M. Adek, Perwakilan dari Dinas Pangan, Fahlen Indriani, Perwakilan Dinas Perdagangan KUKM, Edi Purwanto, Perwakilan Balitbang, Elfia Permana Sari dan 35 anggota KTNA Kota Solok lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua KTNA Kota Solok, Yusrizal mengatakan banyak potensi yang telah dikembangkan di Kota Solok yang mulai menggeliat. Bunga Krisan yang mulai dirintis sejak tahun 2016 telah menampakkan hasilnya. Selain itu, kunjungan Agrowisata Payo sebagai pusat Bunga Krisan semakin meningkat.

Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan kegiatan Sekretaris Dinas Pertanian yang mewakili Kepala Dinas Pertanian menjelaskan latar belakang, dasar hingga rangkaian pelaksanaan mimbar sarasehan dan rembug madya KTNA.

“Kegiatan bertani merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan menguntungkan. Saya sendiri merupakan petani dan telah membuktikan bahwa hasil usaha tani itu menguntungkan. Saya bertanam cabe, terung dan jagung. Teknologi budidaya juga saya terapkan,” papar Sekretaris Daerah memulai arahannya dengan memotivasi peserta mimbar.

Lebih lanjut, Nova Elfino membacakan sambutan Walikota Solok, mengatakan, walau Kota Solok merupakan kota kecil yang mendeklarasikan sebagai kota perdagangan dan jasa, namun banyak potensi pertanian di dalamnya. Bunga Krisan telah berhasil dikembangkan. kopi payo sebagai kopi asli Kota Solok juga sangat cerah untuk ditingkatkan keberadaannya,” katanya.

Selain itu, serai wangi Kota Solok juga merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia atau bahkan di dunia. Hasil laboratorium telah membuktikan kandungan cytronella serai wangi asal Kota Solok merupakan yang tertinggi di antara serai wangi yang ada. Beberapa operator suling juga telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perindustrian RI.

Setelah acara pembukaan, Mimbar Sarasehan dilanjukan dengan diskusi dan tanya jawab dengan perwakilan Dinas Perdagangan dan KUKM, Dinas Pangan, Balitbang Dinas PUPR dan Dinas Pertanian itu sendiri sebagai pembinaan KTNA. Banyak diskusi yang dikembangkan sebagai arah program kerja KTNA ke depan. Mulai dari maraknya alih fungsi lahan sampai kepada kebutuhan outlet untuk menjual produk pertanian Kota Solok. (rel)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama