Suku Malayu Nagari Koto Padang Batagak Gala

Heri Kasmawadi Dt. Tambosou dipasangkan saluak kebesaran suku Malayu oleh ketua KAN Nagari Koto Padang, H. Edwar Dt. Limbago Besar dari suku Tigo Ninih, Minggu (8/3/2020). (ist)

Koto Padang, MJ News - Heri Kasmawadi dinobatkan sebagai Dt.Tambosou dari suku Melayu, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (8/3/2020) sekira pukul 12.00 WIB.

Acara batagak gala ini, terlaksana atas musyawarah dan mufakat yang dibuat oleh kaum suku Melayu yang berada dalam kenagarian Koto Padang. Bak seperti pepatah adat Minang adat salingka nagari “adat mamakai sarak mangatokan”.

Hadir Prof.Dr.H.Hasan Ziani.MA, anggota DPRD H. Mawarman Maas, SH, mantan anggota DPRD Mulyadi Pratama, SH, Ketua KAN Edwar Dt.Limbago Besar, Walinagari Koto Padang, Suparman Hadi, Bamus, LPM, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, bundo kandung dan pemuda.

Selanjutnya, juga dihadiri penghulu 7 suku yang ada dalam kenagarian itu, diantaranya suku Malayu, Tigo Ninih, Patopang, Malayu Hitam, Caniago Taratak, Caniago tapi AIA, Mandailing dan Puti bungsu Hj. Yaharti.

Dari tujuh suku itu masing-masing penghulu mengenakan pakaian kebesaran, berwarna hitam yang dihiasi pernak-pernik. Bak pepatah Minang; ketek baganti gadang balega alias bergiliran yang sebelumnya gelar ini dibawakan Prof. Dr. H. Hasan Zaini, MA dan kemudian digantikan oleh Kasmawadi yang bergelar Dt. Tambosou yang juga menjabat sebagai kepala Jorong Sungai Lomak, Nagari Koto Padang.

Dalam sambutannya, Heri Kasmawadi Dt.Tambosou mengatakan, ini merupakan amanah dari kaum suku Malayu minta diberikan bimbingan jika ada yang salah dalam memimpin, dengan adanya amanah ini, sudah menanti baban barek singguluang batu, harus dipikul.

“Kendati berat, ini merupakan amanah,” ujarnya.

Dijelaskan Dt. Tambosou, dalam kaum suku Melayu yang dia pimpin ada sekitar 250 KK di bawah payung panji suku Malayu.

Selanjutnya, kita akan membangkitkan kembali rasa persatuan dan kesatuan di dalam persukuan Melayu. “Disamping itu kita tingkatkan ukhuwah Islamiah serta kerukunan hidup di tengah masyarakat terutama bagi suku Melayu,” terangnya.

Dia juga berharap dengan keterbatasan pengetahuan, umur yang belum setahun lagi, darah belum setampuk lima agar dituntun dan diberikan bimbingan dalam menjalankan amanah yang telah diberikan ini.

Ketua KAN Nagari Koto Padang Edwar, Dt.Lumbago Besar menegaskan, dengan sudah dikukuhkan ninik mamak perangkat suku Melayu sebagai ketua KAN merasa terharu dan sangat bangga sekali barih nan bajawek Pusako.

“Bulek lah sagolek dan picaklah dapek pulo kito layangkan” karena rasa persatuan dan kesatuan itu kunci hidup di tengah masyarakat,” tegasnya. Karena dalam kehidupan ini, ada saat kita di bawah dan ada saat kita di atas.

Dia meminta perangkat ninik mamak suku Melayu yang dikukuhkan ini dapat bekerja sama dan jangan saling menuding, sebab ini merupakan amanah yang harus diljalankan sesuai dengan peruntukannya.

Walinagari Koto Padang Suparman Hadi mengucapkan selamat atas telah dikukuhkannya ninik mamak suku malayu. Dia dari pemerintah nagari minta maaf.

“Jika ada yang tidak dilayani dalam berurusan kami segenap dari pemerintahan nagari minta maaf,” tukuknya.

Tokoh pemekaran Dharmasraya Prof. Dr. H. Hasan Zaini, MA Engku Sati. Dt.Penghulu Kayo, dengan sudah dikukuhkan ninik mamak suku Melayu dari hasil musyawarah dan mufakat memilih Heri Kasmawadi Dt.Tambosou sebagai Dt.Tambosou, sebagai ninik mamak ini juga harus kita dukung karena Allahlah yang berkehendak. (rel)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama