Tahun Ini, Jembatan Muaro Putuih di kabupaten Agam Dikerjakan

loading...

Jembatan Muaro Putuih, Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, melintasi Sungai Batang Antokan akan diganti. (ist)

Lubuk Basung, MJ News - Jembatan Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, kalau tidak ada aral melintang jadi dikerjakan tahun anggaran 2020 ini.

“Jembatan yang melintasi Sungai Batang Antokan itu sudah ditenderkan pada beberapa waktu lalu,” jelas PPTK Erfendi di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (24/3/2020).

Dijelaskan Erfendi, belum mau menyebutkan siapa pemenang atas pekerjaan pembangunan jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 4,4 meter tersebut. Yang jelas penawaran terendah adalah PT. Amar Permata Indonesia dari Padang Pariaman. Penawaran PT Amar Permata Indonesia Rp5,2 miliar.

“Tapi itu kan baru penawaran terendah, tentu ada persyaratan lainnya yang harus dilengkapi perusahaan itu. Yang berwenang terhadap penentuan pemenang itu adalah panitia pelelangan pekerjaan,” terang Erfendi di ruang kerjanya di Dinas PUTR di Padang Baru Lubuk Basung.

Jembatan yang akan dibangun ini hanya tipe B, dengan lebar 4,4 meter, semula direncanakan adalah tipe A dengan lebar jembatan 5,2 meter. Tapi karena anggaran tidak cukup maka hanya dibangun tipe B, kalau tipe A dibangun akan menelan biaya sekitar Rp6 miliar lebih.

Hanya yang diingatkan Erfendi, pihak rekanan yang akan bekerja harus hati-hati, sebab struktur tanah di sini longgar. Sebab, daerah itu adalah daerah pantai, hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pantai, lebih banyak pasir dari pada tanahnya, atau tanah liatnya.

Untuk memperkokoh bangunan jembatan itu,kontrujsi menggunakan tiang pancang dengan kedalaman 22 meter. Tiang pancang dari kontruksi beton itu ditancapkan dengan kedalaman 22 meter hingga mencapai cadas yang keras sebagai tempat berpijak kaki jembatan.

Sehubungan jembatan ini terpenting dikawasan itu, agar arus lalulintas tidak terganggu, pihak rekanan, sebelum memulai pekerjaan, pihak rekanan diminta membangun jembatan darurat yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan sebagai sara perhubungan mereka.

“Kalau tidak dibangun jembatan darurat, iya!. Kemana pengguna jalan lewat,” terang Erfendi.

Anggota DPRD Kabupaten Agam Gema Putra, merasya bersyukur jadi juga tahun ini jembatan terpenting itu dikawasan pesisir itu dikerjakan, sebelumnya ada indikasi kekurangan anggaran.

“Alhamdulillah,” ucap Gema Putra. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama