Ungkap Cara Membangun Nagari Berkarakter dan Berkemajuan

loading...

Oleh:
M. Fikar Datuk Rajo Magek

MJ News - Untuk membangun nagari agar bisa berkarakter dan berkemajuan diperlukan peran ninik mamak, tokoh agama dan pemungka masyarakat serta seluruh elemen masyarakat, karena ini akan saling terkait satu sama lain dalam mewujudkan hal tersebut.

Oleh karena itu sebagai Ketua Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BMPN) Pauh IX saya menghibau seluruh masyarakat Kota Padang terkhusus masyarakat Pauh IX Kuranji untuk membangun nagari berkarakter dan berkemajuan. Ini sesuai dengan visi BMPN Pauh IX Kuranji yakni “ Mewujudkan Nagari Pauh IX yang Berkarakter dan Berkemajuan”

Sebelumnya saya juga telah menyampaikan hal ini saat Sambutan Ketua Terpilih sebagai Ketua BMPN Pauh IX, Karena untuk mewujudkan nagari Pauh IX tidak mudah Perlu keseriusan bersama-sama bak kata pepatah Minang “Saciok Bak Ayam Sadanciang Bak Basi”, setidaknya memiliki beberapa hal yang dapat membentuk nagari yang berkarakter dan berkemajuan.

Ada enam poin pokok yang perlu diperhatikan dalam hidup ini, bila keenamnya dapat dimiliki maka sudah tentu nagari yang berkarakter berkemajuan akan tercapai. Hal yang membentuk nagari karakter dan berkemajuan adalah nilai, uswah, kemandirian, solidaritas sosial, etos kerja dan habitus.

Hal ini juga telah saya sampaikan disaat Penutupan Ulak Balabek, Sabtu, (29/2/2020), bahwa yang pertama adalah nilai, yaitu seperangkat aturan yang harus dapat dijunjung tinggi, dilaksanakan dan dipatuhi. Nilai menjadi dasar pemikiran, karena baru saja Nagari Pauh IX telah membuat 9 poin Kesepakatan bersama.

Kedua adalah menjadi uswah atau contoh, yang diinginkan adalah karakter-karakter luhur yang ditunjukkan kepada masyarakat. Oleh sebab itu saya mengajak masyarakat untuk menjadi contoh terutama dalam keagamaan, ABS - SBK, dan juga Kemandirian perlu menjadi perhatian kita untuk menuju kesuksesan.

Selain itu, solidaritas sosial serta etos kerja merupakan bekal membentuk karakter berkemajuan. Mulai dari tingkat RT, RW, Tapian-tapian sampai Nagari Pauh IX Kec. Kuranji semuanya membangun solidaritas sosial dan memiliki etos kerja yang baik.

Hal terakhir adalah habitus atau kebiasaan, ini menjadi hal pokok karena peran-peran media ini menjadi penting seiring dengan kemajuan zaman dan perubahan kebiasaan yang terjadi.

Perlu diketahui penulis merupakan Tamatan Magister Manajemen di UPI dan Magister Pendidikan di UMSB dan beberapa bulan lalu baru saja dilewakan menjadi Rang Tuo Adat Suku Tanjung. Selain itu penulis juga banyak berkecimpung di berbagai organisasi masyarakat dan pengurus organisasi keagamaan. (*)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama