Akibat COVID-19, Sektor Pariwisata Kota Sawahlunto Kena Pukulan Telak

loading...

Kondisi objek wisata Air Taman Satwa Kandi, Kota Swahlunto, Minggu (4/4/2020), sunyi senyap sejak merebaknya Covid-19 dan dinyatakan tutup sejak 23 Maret lalu. (ist)

mjnews.id - Sektor pariwisata, termasuk salah satu yang terkena pukulan berat akibat merebaknya wabah Covid-19. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini, jelas bakal tergerus, termasuk geliat ekonomi di kawasan tersebut.

Betapa tidak, Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) cukup merasakan hal itu. Objek unggulan seperti kawasan Taman Satwa Kandi yang biasanya di hari libur ramai pengunjung, kini sepi. Tak ada lagi warga berwisata satwa dan alam berupa Danau Tandikek yang indah, yang indah itu. Karena corona, sejak 23 Maret lalu, kawasan tersebut dinyatakan ditutup untuk pengunjung.

Begitu juga kawasan Road Race Kandi, biasannya Minggu sore sebagai ajang tontonan remaja menyaksikan rekannya adu nyali kecepatan menunggang sepeda motor. Dan, biasanya bukan saja dari Sawahlunto, justru dari Sijunjung, Solok, Padang Ganting dan Dharmasraya jumlahnya ratusan orang, ramai di sana. Namun sejak corona merebak, mereka takut datang ke tempat itu. Ini, ditambah lagi larangan pemerintah dan cukup di rumah saja.

Kawasan Camping Ground dan Kebun Buah, juga tidak ada aktivitas sama sekali. Padahal, kondisi normal kawasan ini tidak pernah kosong pengunjung. Mereka berdatangan dari berbagai daerah di Sumbar.

Kabid Permuseuman dan Kebudayaan Sawahlunto Gino, Senin (7/4/2020), membenarkan, pukulan terberat memang terjadi di sektor pariwisata. Katanya, sejak  Januari dan Februari lalu pengunjung Museum Gudang Ransum, Eptek Cetere, Lubang Mbah Suro, Museum Kereta Api dan Museum Tambang, mendekati 4.000 pengunjung.

“Namun sejak virus Covid-19, atas kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, maka sejak 23 Maret lalu sampai waktu yang tidak ditentukan, sejumlah kawasan wisata tersebut ditutup total. Semoga kondisi yang menyesakkan dada ini, segera pulih kembali sehingga sektor pariwisata dapat menggeliat lagi,” harap Gino.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kota Sawahlunto, Bustanul Arifin. Dia membenarkan, akibat larangan membuka sejumlah objek wisata, maka kedatangan wisatawan ke daerah ini sejak ditutup, kontan tidak ada lagi.

“Padahal, sektor andalan kita selama ini adalah bertumpu dari pariwisata. Ya, kita berharap kondisi ini segera berakhir, sehingga ekonomi masyarakat kembali seperti biasa,” sebutnya.

Tak jauh beda, objek andalan lain seperti Waterboom yang terletak di bibir jalan lintas Sumatera, Air Dingin, Muara Kalaban, Kecamatan Silungkang, kontan mengalami hal serupa. Tutup total.

“Ya, mau apalagi. Semoga jangan berlarut-larut,” kata mereka. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama