Dampak Covid-19, Warga Kota Padang Dapat Uang Kompensasi Rp200 Ribu/Bulan

Kepala Bappeda Kota Padang, Medi Iswandi
Kepala Bappeda Kota Padang, Medi Iswandi.

mjnews.id - Bantuan beras yang direncanakan Pemko Padang untuk warga kota yang terkena dampak virus Covid-19 diganti menjadi uang tunai Rp200 ribu/bulan pada setiap Kepala Keluarga (KK). Bantuan tersebut diperuntukkan untuk 104 ribu KK di kota ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Medi Iswandi mengatakan, awalnya memang Pemko berencana membantu dalam bentuk beras, namun diganti berupa uang.

Kebijakan itu diambil merujuk kepada Pemerintah Provinsi yang memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai.

Medi menargetkan dalam minggu ini bantuan tersebut sudah bisa disalurkan. Namun, waktu penyalurannya pun juga akan disamakan dengan pemerintah provinsi.

“Insya Allah data para penerima bantuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Karena dalam pendataan itu kita juga meminta surat pernyataan dari RT/RW bahwasanya data yang dikirimkan itu benar,” tuturnya.

Medi berharap bantuan uang tersebut dapat digunakan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan itu memang tak banyak tetapi setidaknya bisa meringankan beban masyarakat yang tak bisa beraktivitas akibat wabah corona tersebut.

Warga yang Positif Dapat Sembako

Selain itu, warga yang positif virus Covid-19 mendapatkan bantuan sembako dari Pemko Padang yang diserahkan melalui Dinas Sosial. Bantuan itu berupa berupa beras, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari lainnya yang diletakan di depan pagar rumah pasien.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi di Padang, Rabu (15/4/2020) mengatakan, Pemko memberikan bantuan sembako kepada warga positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pemberian sembako ini untuk memudahkan mereka dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Dijelaskannya, sembako itu ditinggalkan di pagar rumah mereka dan selanjutnya RT masing-masing menghubungi mereka untuk mengambilnya.

Sebab saat petugas mengantarkan sembako tersebut, pasien positif itu tidak mau membuka pintu dan setelah petugas pergi baru mereka mengam-bilnya.

“Kita berharap dengan adanya bantuan sembako ini dapat memudahkan mereka memenuhi kebutuhan pokok dalam menjalani isolasi mandiri di rumah,” imbuh Afriadi. (*/eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama