Kasus Pertama di Gorontalo, 1 Orang Positif Corona usai Pulang dari Gowa

loading...


mjnews.id - Seorang warga Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo positif corona. Pernyataan itu diumumkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kamis (9/4/2020). Dengan adanya kasus baru tersebut, Gorontalo bukan lagi satu-satunya daerah yang negatif Covid-19.

Pasien positif 01 Gorontalo diketahui merupakan jemaah tabligh yang mengikuti acara keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa pekan lalu.

Yang bersangkutan merupakan warga Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Pasien 01 itu sebelumnya sudah dinyatakan positif berdasarkan rapid test, Senin 6 April kemarin. Menurut gubernur, Pasien 01 sudah diisolasi di rumahnya dengan pengawasan instansi terkait.

"Kami sudah cukup berusaha agar tidak ada penularan, tapi kondisi ini sudah terjadi. Kami meminta warga untuk menjalankan semua himbauan pemerintah saat ini," kata Rusli.

28 Jemaah Ijtima Asal Gorontalo Utara Negatif

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menyatakan bahwa sebanyak 28 orang jemaah asal daerah itu yang mengikuti kegiatan Ijtima Zona Asia Tahun 2020 di Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu dipastikan negatif Covid-19 setelah dilakukan rapid test yang dilakukan tim kesehatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dr Mohammad Ardiansyah mengatakan, 28 orang tersebut sudah selesai melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing, atau telah melewati masa pemantauan atau orang dalam pemantauan (ODP).

Khusus di kecamatan paling barat kabupaten ini, total 29 orang menjalani rapid test dengan hasil negatif, yang terdiri atas 28 orang jemaah Ijtima Gowa dan seorang ODP dari Papua.

Sementara itu, 12 orang jemaah yang terinformasi juga dari Ijtima Gowa masih dilacak keberadaannya.

"Kami mendapat informasi tersebut dari grup percakapan WhatsApp yang beredar dan untuk memastikannya maka dikerahkan para surveilans di puskesmas-puskesmas yang ada di Kecamatan Tolinggula, untuk mencari tahu keberadaan 12 orang tersebut agar menjalani rapid test," kata Ardiansyah. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama