KNPI Kota Solok Bagikan Hand Sanitizer dan Masker

loading...

Mantan Ketua KNPI Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, didaulat menyerahkan hand sanitizer untuk pedagang dan tukang ojek. (ist)

mjnews.id - KNPI Kota Solok, Sumatera Barat menunjukkan kepeduliannya dalam upaya membantu mengantisipasi dan menekan penyebaran virus corona di kota tersebut. Salah satunya dengan membagikan hand sanitizer dan masker kepada para pedagang di Pasa Raya Solok dan tukang ojek yang mangkal di beberapa titik, Senin (6/4/2020).

Pembagian ini dipimpin Ketua KNPI Kota Solok, Rio Putra, yang diikuti seganap pengurus sebanyak 25 orang. Untuk pembagian kali ini KNPI Kota Solok membentuk Tim sebanyak tiga kelompok agar pembagiannya dapat secara merata dan tidak memakan waktu terlalu lama.

Hand sanitizer di bagikan sebanyak 50 liter yang dikemas dalam botol dan jumlah masker yang dibagikan sebanyak 1.000 buah.

Ketua KNPI Kota Solok, Rio Putra, menyampaikan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi mewabahnya virus corona yang semakin memprihatinkan di Indonesia. Makin tingginya tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia memantik keprihatinan banyak orang.

“Maka dengan mewujudkan keprihatinan itu, kami segenap pengurus KNPI Kota Solok sepakat untuk membagikan secara gratis hand sanitizer dan masker kepada pedagang Pasar Raya Solok serta tukang ojek. Dalam pembagian kami mendatangi langsung satu persatu para pedagang dan tukang ojek di masing-masing pangkalan sehingga tidak menciptakan kerumunan,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Solok sekaligus mantan Ketua KNPI Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh organisasi kepemudaan tersebut.

“Saya berharap dapat membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid 19. Mengingat sekarang sulit didapatkan, kalaupun ada harganya mahal,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Solok, marilah bersama menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan membersihkan diri. Mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak perlu serta menjaga jarak.

“Tidak perlu panik berlebihan namun tetap waspada. Jaga diri dan kesehatan demi diri sendiri, keluarga dan orang lain,” pungkasnya. (*/yas)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama