Usai Jalani Karantina, 37 ODP Tanah Datar Pulang Hari Ini

loading...


  • Tim Penyemprotan Mulai Kekurangan Bahan Baku dan APD


mjnews.id - Bila kondisi kesehatan mereka tidak menunjukkan adanya gejala terjangkit Covid-19, sebanyak 37 Orang Dalam Pemantauan (ODP) asal Kabupaten Tanah Datar yang menjalani karantina di Baso, hari ini berkemungkinan sudah bisa dipulangkan.

Ke-37 orang itu telah menjalani karantina di asrama Diklat Kemendagri Baso, dari sebelumnya disebut 39 orang. Pengurangan jumah itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, Yesrita Z, karena ada dua data ganda. Mereka yang menjalani karantina itu adalah orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan seorang warga yang dinyatakan positif terkena Covid-19.

Yesrita menjelaskan, selama menjalani karantina, mereka sudah mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Mereka dikarantina berdasarkan penelusuran informasi yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanah Datar, sesuai informasi dari pasien positif yang kini menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi.

Disebutkan, 37 ODP juga sudah menjalani pemeriksaan rapid test dengan hasil negatif Covid-19. Selama menjalani karatina, kondisi kesehatan mereka juga dicek. Mereka juga melakukan berbagai aktifitas seperti olahraga, berjemur di sinar matahari pagi, beristirahat, dan diberi vitamin.

Sementara itu, keterangan pers yang disampaikan Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar, Selasa (31/3) menyebutkan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tanah Datar bersama para relawan terus melakukan penyemprotan disinfektan, terutama pada titik-titik yang kerap dimanfaatkan publik, seperti perkantoran, tempat ibadah, kawasan pemukiman, dan lain-lain.

Para relawan itu berasal dari jajaran Pemkab Tanah Datar, TNI, Polri, dan PMI. Selama 15 hari belakangan, mereka secara berkesinambungan menyemprotkan disinfektan, guna mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Salah seorang relawan dari Pusdalops BPBD Tanah Datar Aris Febru menyebut, timnya juga siaga 24 jam di Posko Covid-19 yang dipusatkan di Kompleks Perkantoran Pemkab Tanah Datar, Pagaruyuang.

“Kita dari tim BPBD siap melaksanakan tugas dan perintah dan tetap semangat, terutama tugas penyemprotan disinfektan yang telah kami laksanakan selama 15 hari ini. Beberapa hari belakangan, kita mulai kekurangan bahan baku disinfektan. Ini cukup menghambat dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Selain bahan baku disinfektan, Aris menyebut, timnya juga mulai kekurangan Alat Pengaman Diri (APD) seperti sarung tangan, masker, helem, kacamata, dan sepatu.
Hal senada juga disampaikan Farid Kristata bersama M. Tomi Putra dari PMI Tanah Datar. Mereka juga senantiasa aktif bertugas menyemprotkan disinfektan, ketersediaan bahan baku sedikit menjadi penghalang untuk bekerja.

“Seperti petugas lain, kami dari PMI ada 6 orang dan siap 24 jam untuk melakukan penyemprotan ke lokasi yang ditentukan, namun keterbatasan bahan baku sedikit menghambat tugas kita,” ujarnya.

Dari segi APD, Farid menyampaikan, PMI sudah memiliki APD cukup memadai. “Kita di PMI mempunyai prosedur yang mengharuskan ketika turun bertugas harus memakai APD yang lengkap dulu, kalau tidak maka tidak diizinkan turun ke lapangan. Alhamdulillah, dengan APD itu kita lebih safety dan aman,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Abrar yang juga tim Gugus Tugas Penanggulangan Penyebaran Covid-19 menyampaikan, beberapa hari terakhir ketersediaan bahan baku disinfektan mengalami keterbatasan.

Untuk ketersediaan APD bagi petugas, Abrar menyampaikan bahwa sampai saat ini hal itu memang menjadi kekurangan. Petugas penyemprotan disinfektan ada 50 orang setiap pagi terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, PMI dan BPBD dengan memakai dan memanfaatkan APD yang ada dan tersedia di instansi masing-masing.

“Hari ini anggaran sudah ada, namun APD itu sendiri juga sulit didapat di pasar umum, sehingga tentu pengadaannya juga butuh waktu lagi, semoga dalam waktu dekat bisa ada dan segera dimanfaatkan,” tukasnya. (rel)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama