Pemkab Mentawai Siap Didampingi Dua Perguruan Tinggi Terkemuka

loading...

 

Mansyurdin



Liputankini.com
-Universitas Andalas dan ITB akan jalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kerjasama dalam bentuk pendampingan dalam pembangunan desa.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet menyambut baik kehadiran dua perguruan tinggi terkemuka di Indonesia itu. “Kerjasama ini sangat menarik karena banyak potensi yang belum tergarap di Mentawai,” kata dia.

Pemerintah kabupaten menyediakan lima tempat untuk pelaksanaan program merdeka belajar. “Saya berharap mahasiswa betah dengan kondisi yang ada di kabupaten kami,” kata Yudas.

Menurut Yudas, banyak keterbatasan yang dimiliki Mentawai, baik dari segi infrastruktur maupun tenaga kesehatan. “Ini bisa kita bicarakan bersama,” katanya.

Ketua LP2M ITB, Joko Sarwono menyebutkan, dia secara pribadi sangat mengenal Universitas Andalas. ITB memang memiliki banyak program yang bersifat kolaboratif.  “Kami siap untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Mentawai,” katanya.

Salah satu program yang akan dijalankan nantinya berupa pemulihan ekonomi. ITB juga ingin menjalankan program penelitian bersama Unand di Mentawai. 

Ketua LPPM Unand, Uyung Gatot S. Dinata mengatakan, Unand menawarkan program membantu pemerintahan terdepan di Mentawai. Kemudian, juga membantu usaha yang sudah jadi atau berkembang. “Unand juga menawarkan paket riset pada Mentawai. Riset tentang potensi dan target apa yang ingin dicapai serta mengetahui teknologi apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Uyung Gatot dalam siaran pers yang diterima liputankini.com, Minggu (1/2/2021).

Dijelaskan Uyung Gatot, nantinya akan lebih banyak dosen Unand dan ITB yang datang ke Mentawai. Penelitian yang dilakukan dosen Unand dan ITB yang sudah ada, diharapkan terus berjalan.  

 Diskusi tentang pengabdian masyarakat di Mentawai, dibuka Wakil Rektor I Unand, Mansyurdin. Dia menyebutkan, Unand baru saja meluncurkan program MBKM atau merdeka belajar kampus merdeka. “Unand ingin membantu pemerintah daerah dalam membangun desa,” kata Mansyurdin. 

(*)





 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama