Unand dan ITB Berkolaborasi Demi Mentawai

 

Hefrizal Handra



Liputankini.com-Universitas Andalas dan ITB yang akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menggarap budaya lokal di kabupaten tersebut. 

Bupati Yudas Sabaggalet menyebutkan, penggarapan budaya lokal tersebut nanti bisa didiskusikan tentang waktu dan temanya. 

Sementara itu, Denny Willy dari LPPM ITB mengemukakan, daerah tertinggal dan terluar merupakan daerah yang menarik bagi ITB. Potensi yang dimiliki Mentawai merupakan sesuatu yang harus dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat. 

ITB ingin berkontribusi dalam pencegahan Covid-19 di Mentawai. ITB sifatnya menunggu kebutuhan yang diperlukan pemerintah daerah. “Kita nantikan arahan Pak Bupati,” katanya.

Yudas mengarahkan ITB dan Unand untuk menggarap potensi ekonomi dan penanggulangan Covid-19. Kalau bicara ekonomi, berarti bicara SDM. Kalau corona, fokusnya ke puskesmas maupun tenaga kesehatan. “Ekonomi dan Covid-19 ini yang kita kembangkan,” kata Yudas.

Wakil Rektor IV Unand, Hefrizal Handra mengemukakan, diperlukan diskusi yang lebih dalam tentang tema kerjasama dalam pengabdian masyarakat. Permintaan pemerintah daerah menjadi perhatian Unand. “Komoditi lokal Mentawai kita kembangkan secara bersama-sama,” kata Hefrizal dalam siaran pers yang diterima liputankini.com, Minggu (1/2/2021)..

Dijelaskannya, kerjasama dengan Mentawai harus memiliki rancangan bersama, sehingga program tidak berjalan sendiri-sendiri. 

Ketua UPT MBKM Unand, Tesri mengemukakan, desa yang diusulkan untuk Unand dan ITB sama desanya supaya sama mengadakan pengabdian masyarakat dan sama-sama melakukan silaturahminya tidak terpisah-pisah. 

 Bupati Yudas menjelaskan, dinas atau lembaga pemerintahan di bawah Pemerintah Kabupaten Mentawai akan diberdayakan membantu Unand dan ITB ketika melaksanakan pengabdian masyarakat. “Kami mendukung desa atau daerah yang dipilih Unand atau ITB,” kata Yudas.

(*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama