Walau Pandemi, Teluk Bayur Tetap Menggeliat

loading...

Aktivitas di Teluk Bayur. (ist)


Liputankini.com-Walau sekarang tengah pandemi corona, pelabuhan Teluk Bayur tetap menggeliat. Kapal tetap ramai, baik yang singgah maupun berangkat dari pelabuhan yang dikelola IPC Cabang Teluk Bayur itu.


Aktivitas bongkar muat peti kemas mengalami peningkatan pada 2020. Bongkar dan muat mencapai 97.448 twenty-foot equivalent unit (teus).



General Manager IPC Cabang Teluk Bayur Nunu Husnul Khitam, Kamis (4/2/2021) mengatakan, penyebab meningkatnya bongkar muat peti kemas karena pihaknya melakukan berbagai upaya agar perekonomian tetap tumbuh di Sumbar.  Salah satu inovasi dan strategi itu, dijelaskan Husnul, mempercepat dan implementasi digital serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak.


Meskipun bongkar muat peti kemas meningkat, beberapa aktivitas barang mengalami penurunan karena pandemi covid-19. Namun penurunan itu diklaim tidak begitu signifikan.


Di antaranya, aktivitas general cargo yang pada 2020 tercatat 211.104 ton. Di 2019 mencapai 261.020 ton. Kemudian bag cargo pada 2019 tercatat 499.245 ton dan menurun pada 2020 menjadi 371.671 ton.



Husnul menyebutkan, penurunan juga terjadi pada aktivitas kapal. Di antaranya untuk pelayaran luar negeri pada 2019 ada 381 unit dan 2020 menurun 341 unit.


Pelayaran rakyat di 2019 tercatat 827 unit dan menurun pada 2020 menjadi 590 unit. Sementara pelayaran kapal negara atau tamu di 2020 hanya lima unit yang tahun sebelumnya, mencapai 28 unit. Pelayaran dalam negeri mengalami peningkatan pada 2020 yang mencapai 1.320 unit jik dibandingkan dengan 2019 yang 1.291 kapal. 

BPS melaporkan, nilai ekspor Sumatera Barat melalui pelabuhan ekspor Teluk Bayur Desember meningkat 33,31 persen dibanding ekspor November. Secara kumulatif ekspor Januari-Desember mencapai US$1.531,84 juta atau naik 14,39 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Golongan barang ekspor pada Desember 2020 paling besar adalah lemak dan minyak hewan/nabati US$193,30 juta, diikuti oleh golongan karet dan barang dari karet US$13,26 juta.


"Sementara nilai impor Desember sebesar US$11,84 juta, terjadi peningkatan 40,08 persen dibanding impor November," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Kenda Paryatno.(ed)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama