Gubenur Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

Gubernur Mahyeldi mengunjungi Kelompok Tani Bukik Gompong, Solok, Sabtu (13/3/2021).



Solok-Gubernur Mahyeldi Ansharullah mendorong kelompok tani Bukit Gompong Sejahtera,  menggunakan pupuk organik untuk pangan sehat yang menguntungkan bagi petani karena dapat menekan biaya produksi. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi kelompok tani Bukit Gompong Sejahtera dalam rangka program kerja 100 hari kerja.



Gubernur menyampaikan di Sumatera Barat sudah terbentuk 42 desa pertanian organik, (komoditi Padi 20 desa, Hortikultura 24 desa dan Perkebunan dua desa) dengan luasan bersertifikat 185.577 haktare (32 kelompok tani bersertifikat), yang belum bersertifikat 220 haktare (padi) 87,15 haktare  (hortikultura) dan 32,19 haktare (perkebunan /kakao). 


"Untuk sektor pertanian sudah dialokasikan 10 persen dari APBD Sumbar sehingga harus berdampak kepada peningkatan pendapatan petani," kata Buya Mahyeldi.


Pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, sehingga pertanian organik mampu menjaga kelestarian lingkungan. Pertanian organik itu sendiri tidak sulit dan tidak terlalu mahal, karena budidaya pertanian organik ini dapat menggunakan bahan-bahan lokal sisa-sisa produksi pertanian yang dapat diolah menjadi sarana pupuk dan pestisida nabati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.



Pertanian Organik ini sangat identik dengan pertanian berkelanjutan, karena sistem pertanian organik bertujuan menyediakan produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan serta tidak merusak lingkungan. "Makanya kaum milinial yang memiliki gaya hidup sehat harus beratribut aman dikonsumsi, halal, thoyyib dengan kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan," ucapnya.


Padahal abad 21 ini, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang lebih arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. 


"Untuk memasarkan hasil pertanian organik ini, saya telah memerintahkan seluruh SKPD dan ASN untuk membeli dan menggunakan produk hasil pertanian organik baik untuk keperluan dinas maupun keperluan sehari-hari semua ASN dapat menjalani pola hidup sehat sehingga berdampak pada peningkatan kinerja semua SKPD di Sumbar," terangnya.


Gubernur juga mengungkapkan banyak generasi muda yang tidak tertarik dengan usaha budidaya pertanian, karena mindsetnya pertanian ini tidak dapat memberikan harapan masa depan yang menjanjikan. Hal tersebut dapat menjadi contoh pada kelompok tani Bukit Gompong Sejahtera dengan dipelopori =generasi muda yang beberapa anggotanya berlatar belakang pendidikan sarjana pertanian. 


"Diharapkan kedepan kelompok ini bisa menjadi model atau contoh bagi generasi muda lainnya untuk kembali mengolah lahan dalam berusaha tani dalam rangka mewujudkan pengembangan pertanian organik di Sumbar ini," ujar gubernur. (BIRO HUMAS SETDAPROV SUMBAR)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama