Kisah dan Harap dari Jembatan Darurat

 

Warga melintasi jembatan darurat di Batu Bajarang. (Afriyoriza)



Liputankini.com-Warga sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MI) Negeri 4 Solsel, Jorong Batu Bajarang Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, cemas dengan ancaman Batang Bangko Besar. 


Jika musim hujan, sungai yang dekat dengan bangunan madrasah itu airnya meluap. Bahkan, air selalu membawa material potongan kayu dan bebatuan besar. 


"Hal ini pasti mengancam bangunan madrasah. Tidak itu saja, lahan sawah juga menjadi sasaran sungai itu, " kata Kepala MIN 4 Solsel, Rahmadan, Senin (1/3/2021)


Menurut dia, warga madrasah dan masyarakat di sekitarnya berharap adanya pengamanan alur sungai di sepanjang jorong Batu Bajarang itu, terutama di sekitar area madrasah, sehingga lahan sawah dan bangunan madrasah tidak terancam lagi," terang Rahmadan.


Selain masalah perlunya pengamanan alur sungai, pihak madrasah juga berharap pembangunan jembatan yang menghubungkan dua nagari tersebut, yang sampai saat ini masih berupa jembatan darurat, sejak rusak/putus akibat bencana banjir pada 2019.


"Kondisi jembatan darurat semangkin memprihatinkan, selain lapuk juga bantalan tengah jembatan itu juga patah, " tambah Rahmadan yang didampingi salah seorang guru kelas IV MIN 4 Solsel itu, Rabiuawal.


Jembatan Batu Bajarang ini, selain akses masyarakat dua nagari juga menjadi sarana terdekat bagi anak-anak dan guru yang berasal dari arah Nagari Kapau Alam Pauh Duo. 


Jembatan Batu Bajarang ini menjadi kebutuhan berbagai kepentingan masyarakat, pegawai, guru dan anak sekolah di Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo dan  Nagari Kapau Alam Pauh Duo. 


Menurut Rabiulawal, dirinya bersama guru dan siswa pernah menempuh jalan memutar arah ke Pinang Awan, dengan jarak tempuh lebih kurang 15 kilometer, saat dua jembatan yang menjadi penghubung ke Jorong Batu Bajarang ini putus total akibat bencana banjir dulu. 


"Sekarang dua jembatan itu dibuat darurat, satu jembatan arah ke Kapau Alam Pauh Duo,  satu lagi jembatan arah ke Pekan Selasa," tambah Rabiulawal. 


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerajaan Umum Solok Selatan  Yolly Hirlandes Putra mengatakan, tahun ini melalui APBD 2021, hanya jembatan Batu Bajarang di Bangko Kecil Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo tahun yang akan dibangun dengan dana Rp8 miliar.


"Kalau jembatan Batu Bajarang di Bangko Kecil pasti dibangun tahun ini, sedangkan jembatan Batu Bajarang Bangko Besar, rasanya tidak ada dibangun, " kata Yoly. 


Pelaksana Tugas Camat Pauh Duo, Desmarni maupun Pj. Wali Nagari Luak Kapau, Rapilus mengungkap hal yang sama, rasanya jembatan Batu Bajang di Bangko Besar tahun ini tidak termasuk dalam anggaran pembangunan. 


Makanya atas nama masyarakar, pihaknya berharap pada tahun nanti, jembatan terbut dapat menjadi prioritas untuk dibangun baru pula. 


Pasalnya, jembatan tersebut selain menjadi kebutuhan anak sekolah, juga menjadi berbagai kebutuhan untuk masyarakat dua nagari di Kecamatan Pauh Duo itu, " pungkas Desmarni. (Afriyoriza)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama