Nelayan Tradisional di Sangrawayang Berharap Punya Cold Storage

Nelayan Sukabumi berharap cold storage karena tangkapan melimpah. (irwan)



Liputankini.com-Kehidupan nelayan tradisional di pinggir pantai Sukabumi, tepatnya di bibir pantai Sangrawayang berharap bantuan cold storage untuk penyimpanan ikan hasil tangkap.


"Kami nelayan tradisional, yang beroperasi di pinggiran pantai saja atau tidak pernah jauh dari area sini, namun hasil tangkap kami lumayan kalau pas musim ikan," Ucap Harun yang mewakili nelayan tradisional di wilayah Sangrawayang, Senin (8/3/2021)


Harun mengatakan hasil tangkap kebanyakan diolah menjadi ikan asin untuk dipasarkan ke berbagai daerah oleh para pengepul. “Dalam sehari bisa mengolah ikan asin dua sampai tiga ton ikan, itu baru dari saya saja, belum dari yang lainnya, kalau ada 10 pengolahan ikan asin, bisa 10-20 ton,” jelasnya.


Harun menuturkan, di kala musim ikan banyak dan melimpah, sudah tidak bisa tertampung lagi. Bisa puluhan ton yang di buang ke laut dan dibagikan kepada siapa saja yang mau. Kalau seandainya ada cold Storages yang bisa menampung puluhan ton ikan, otomatis tidak terbuang dan produksi pengolahan ikan asin pun terus berjalan walau di musim barat atau musim tidak melaut.


“Kalau ada cold stroge, kami bisa menampung ikan-ikan hasil tangkapan nelayan di daerah sini, agar produksi ikan asin jalan terus dan ketersediaan ikan terjaga dan terpantau walaupun di musim tidak melaut antara November sampai Maret,Kami masih bisa berusaha untuk menafkahi keluarga,” jelasnya.


Cold storage adalah sebuah tempat khusus yang di peruntukan menyimpan sesuatu atau ikan dengan kondisi suhu tertentu agar terjaga kesegarannya.


Humas PNTI Jawa Barat, yang akrab disapa Ruslan Raya dan Ketua DPD PNTI Sukabumi yang akrab di sapa H. Asep berkomitmen terus mendorong kesejahteraan dan roda perekonomian nelayan teradisional, terlebih di musim pandemi ini, pihak PNTI (Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia) terus berupaya mewujudkan harapan para nelayan tradisional indonesia.


“Kami sudah dilakukan komunikasi interaktif dengan berbagai pihak terkait, agar apa yang diharapkan para nelayan tradisional di wilayah Sangrawayang Simpenan ini bisa terwujud,” jelas Asep.


DPD PNTI juga sudah membentuk kelompok usaha bersama (KUB) dari berbagai nelayan tradisional di Sukabumi. “Persyaratan dan teknis lain kita tempuh dulu untuk bisa mengajukan, sesuai aturan dan prosedur yang berlaku di negara ini aar semua lengkap dan terstruktur sehingga bisa dimanfaatkan para nelayan tradisional secara berkesinambungan,” pungkasnya. (irwan)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama