Seulayat Ulakan Jadi Nagari Percontohan







LIPUTANKINI.COM-Dalam upaya pengembangan inovasi sistem informasi penanggulangan bencana (simuna) pascabencana, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) rapat koordinasi dan teknis di kantor Wali Nagari Seulayat Ulakan, Rabu (17/3).


Pertemuan membahas rencana pembuatan database rehabilitasi dan rekonstruksi terkait data rawan bencana berbasis nomor induk kependudukan (NIK) secara real time (data terkini) di Nagari Seulayat Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakih, Padang Pariaman. 


Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Budi Mulya dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), M. Fadhly, Wali Nagari Seulayat Ulakan M. Idris beserta perangkat dan seluruh wali korong, juga bersama pemangku kepentingan di pemerintahan nagari Seulayat Ulakan. 


Program ini merupakan inovasi kolaborasi antara BPBD bersama Dinas Dukcapil Padang Pariaman. Dalam rangka pengembangan inovasi aplikasi, kawasan peta rawan bencana berbasis NIK dan didukung dengan data geospasial berbasis titik koordinat.


Menurut Budi Mulya, Padang Pariaman merupakan supermarket bencana di Sumatera Barat. Ada 10 jenis ancaman bencana, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Keseluruhan dari 10 ancaman bencana tersebut, ada pontensinya di seluruh wilayah Padang Pariaman.


"Potensi bencana yang masih selalu mengintai, tsunami yang bersumber dari gempa bumi megathrust Mentawai. Makanya, 14 nagari di sepanjang pesisir pantai menjadi fokus kita untuk kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana," jelas Budi.


Selain dijadikan lokasi proyek percontohan  pengembangan inovasi tersebut, Nagari Seulayat Ulakan merupakan salah satu dari tiga Nagari di Padang Pariaman yang ditunjuk oleh Dinas Kominfo Sumatera Barat sebagai proyek percontohan  Nagari Statistik di Sumatera Barat. (As/aa)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama