Penyair Asia Tenggara akan Bertemu di Padang Panjang



LIPUTANKINI.COM-Bila tak ada aral melintang, 2 November mendatang, penyair di Asia Tenggara akan bertemu di Padang Panjang.


Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  memberi dukungan diselenggarakannya perhelatan itu. 


Dukungan itu disampaikan Dirjen Kebudayaan diwakili Sesditjen, Fitra Arda ketika menerima kunjungan audiensi Walikota Fadly Amran di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Fitra Arda menyampaikan, pihaknya memberi apresiasi atas upaya pemko proaktif menyiapkan program-program kota, khususnya yang terkait pelibatan masyarakat serta pemajuan kebudayaan lokal.

Dijelaskan Fitra Arda, Ditjen Kebudayaan saat ini memiliki beberapa program yang dapat dikolaborasikan. Di antaranya pengelolaan dan pemanfaatan cagar budaya nasional dan warisan budaya takbenda, jalur rempah, desa pemajuan kebudayaan, kanal budaya, kelembagaan pekan kebudayaan nasional, repatriasi cagar budaya dan warisan budaya takbenda, gerakan seniman masuk sekolah (GSMS), film, musik dan media.


“Dari semua program itu, pada Temu Penyair Asia Tenggara 2 yang sedang disiapkan Padang Panjang, penguatan kontennya bisa dipadukan dengan program-program kami,” ujar Fitra Arda yang dikutip dari laman Kominfo.


Wako Fadly menyampaikan terima kasih atas sambutan Ditjen Kebudayaan dan menyatakan siap diberi arahan terkait penguatan program, terutama pengembangan produk-produk kebudayaan serta kegiatan kebudayaan di Padang Panjang.


Fadly juga menyampaikan perkembangan kekinian Padang Panjang, mulai dari kegiatan literasi, sastra dan budaya, pendidikan, hingga pariwisata yang pengembangannya sedang menjadi perhatian pemerintah kota.

Diusulkan juga kesiapan Padang Panjang memiliki Museum Kereta Api dengan memanfaatkan situs stasiun bersejarah di Silaiang Atas, penguatan PDIKM, Desa Wisata Kubu Gadang, Desa Budaya Sigando, serta kesiapan menjalankan program gerakan seniman masuk sekolah (GSMS).


Ditjen berjanji akan membantu program-program yang diusulkan. Pertemuan dilanjutkan antara tim teknis walikota dengan tim Biro Perencanaan Sesditjen Kebudayaan untuk pendalaman dan penyesuaian, termasuk membahas TOR TPAT 2 yang diminta untuk memasukkan konten-konten kebudayaan. (*/zainal)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama