Upah Kerja Belum Dibayarkan, Warga Datangi Kantor Desa

Kantor desa yang didatangi warga. 
 


NIAS BARAT-Sejumlah warga Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, protes dan mendatangi kantor desa setempat, Rabu (21/4/21). Mereka mengaku upah belum dibayarkan pemerintah desa. Sekretaris Desa, Bowonama Waruwu juga membenarkan upah  masyarakat memang betul belum dibayarkan.


Warga yang datang merupakan ibu-ibu. Mereka menumpahkan kemarahan dengan berteriak. Kedatangan warga untuk memprotes dan menuntut hak terhadap upah pembayaran pengumpulan batu atas pembangunan jalan tani di Desa Ononamolo II yang bersumber dari dana desa anggaran 2020 hingga kini belum terbayarkan. 


Warga protes dan ribut karena pengumpulan batu beberapa bulan lalu dan yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh pemerintah desa Ononamolo II.


Maristinu Waruwu alias Ama Ari,  warga Dusun I, Desa Ononamolo II, mengatakan dirinya merasa kecewa kepada pemerintah desa lantaran upah yang tak kunjung dibayar.  "Beberapa bulan lalu, masyarakat disuruh mengumpulkan batu untuk pembangunan jalan tani dan sampai saat ini uangnya masih belum dibayarkan, sementara dana desa sudah diambil, " ungkapnya.


Maristinu menyebutkan, warga sudah menanyakan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab pengguna anggaran. Namun jawabnya diminta kepada bendahara desa. "Kami juga meminta kepada bendahara, dia bilang diminta sama kepala desa, " tutur Maristinus.


Sekretaris BPD, Yonathan Waruwu  menanggapi atas kejadian ini. Dia mengharapkan semoga hak-hak masyarakat seperti yang disampaikan bisa dibayarkan oleh pemerintah desa. "BPD telah menyampaikan aspirasi masyarakat sebelumnya, baik kepada pemerintah desa maupun kepada pihak kecamatan. Namun hasilnya belum ada," jelasnya.


Sekretaris Desa, Bowonama Waruwu membenarkan upah pekerjaan masyarakat memang betul belum dibayarkan, sehingga warga mendatangi kantor desa menagih upah tersebut. "Saya selaku sekertaris desa telah melakukan verifikasi terkait upah kerja masyarakat dalam pengumpulan batu tersebut. Namun, sampai saat ini belum dibayarkan pihak bendahara," jelasnya.


Dikatakannya, pihak kepala desa dan bendahara desa tidak ada keterbukaan terhadap penarikan uang, dimana pada November tahun lalu meminta supaya dimulaikan pekerjaan. Namun, pihak pemerintah mengatakan uang tidak ada.


"Pada akhir Desember kita mengambil rekening koran dan rupanya mereka sudah menarik dana dua kali. Pada November Rp200 juta dan pada Desember Rp225 juta dan itu belum dipergunakan, " katanya.


Bowonama Waruwu mengharapkan pemerintah desa, baik dari pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten agar segera mengambil sikap agar Desa Ononamolo II tidak semakin ketinggalan dalam pembangunan. Kepala desa tak bisa dikonfirmasi dalam persoalan itu. Telepon selulernya tak aktif. (Yamoni)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama