Diapit Dua Sungai, Petani Balah Aie Kekurangan Air


Anggota DPD, Leonardy foto bersama dengan perangkat dan tokoh masyarakat Balah Aie.



PARIAMAN-Nagari Balah Aie diapit dua sungai, Batang Langkok dan Batang Mangoi. Batang Mangoi banyak mendatangkan bencana di sepanjang alirannya.


"Saya merasakan bencana yang ditimbulkan Batang Mangoi. Pondok Pesantren Nurul Yakin Jabal Fiil tinggal beberapa meter saja dari tepi sungai, sangat mengawatirkan," ujar tokoh masyarakat Balah Aie yang juga ketua yayasan pondok pesantren itu, Joni Priadi.


Menurut Joni Priadi pihaknya pusing memikirkan bagaimana cara mengamankan pondok dari amukan Batang Mangoi. Dia berharap kepada anggota DPD Leonardy Harmainy untuk memfasilitasi penormalan Batang Mangoi.


Meski demikian, Joni Priadi lebih memprioritaskan persoalan air bagi petani di Balah Aie. Masalah ini sudah dirasakan sejak lama. Malah sudah terjadi cekcok antara walinagari dalam suatu forum akibat kapalo banda ini.


Diceritakan Joni Priadi,  pada 1930 Tuanku Bagindo Lubuak Pua menorehkan tongkatnya di tanah, mulai dari Ujuang Gunuang ke Balah Aie. Sepanjang goresan tanah itu dibayarkan siliah jariahnya dan dibuatlah tali bandar. 


"Berkah dari Tuanku Bagindo, sampailah air ke Balah Aie. Masyarakat sepanjang tali bandar itu pun merasakan manfaatnya. Termasuk mereka yang pada awalnya menertawakan upaya pembuatan tali Bandar itu," ungkap mantan walinagari dan mantan Bamus Balah Aie itu.


Tersebab itu, kapalo banda dinamakan Kapalo Bando Tuanku Bagindo. Namun pada 1960 letak kapalo banda digeser ke bawah sedikit dan berganti nama jadi Kapalo Banda Tigo Nagari, masing-masing Nagari Sungai Durian, Nagari Sungai Sariak dan Nagari Balah Aie.
Pada 2010 pernah diperbaiki dengan dana DAK senilai Rp10 miliar. Perbaikan didapat setelah nagari dari tiga nagari membuat usulan bersama. Kapalo Banda diperbaiki dan tali bandar diperbaiki. 
Perbaikan tali bandar banyak dilakukan di Sungai Durian, sementara ke Balah Aie belum. Akhirnya kini masyarakat Balah Aie merasakan kurangnya air untuk areal persawahan mereka.


Leonardy Harmainy akan berupaya memfasilitasi. "Kita upayakan memfasilitasinya dengan orang PSDA. Kita akan ajak dia ke sini, melihat kondisi lapangan dan mendiskusikannya dengan tiga nagari tadi. Namun ketika bicara dengan orang PSDA tidak perlu membahas sejarah kapalo banda tadi," ujar Leonardy. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama