Penambang Emas Tertimbun di Solok Selatan


Petugas evakuasi penambang emas yang mengalami musibah. (ist) 


SOLOK SELATAN-Sejumlah warga yang menambang emas di Solok Selatan mengalami kecelakaan, Senin (10/5/2021). Jumlah korban jiwa simpang siur. Ada yang menyebut lima, ada yang enam. Ada yang empat. 

Berdasarkan laporan Pusdalop PB-BPBD Solok Selatan, hingga pukul 18.51 sudah ditemukan 12 korban longsor di tambang emas Kimbahan Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari. Enam di antaranya meninggal dunia dan 6 orang lagi luka-luka.

Kalaksa BPBD Solsel, Richi Amran mengatakan mengatakan, kejadian sekitar pukul 08.00. Bencana diawali dengan hujan deras. Hujan itu yang mengakibatkan longsor di Kimbahan Abai.

"TIM TRC, anggota Pusdalop BPBD, anggota TNI-Polri melakukan evakuasi korban dari TKP ke Puskesmas Bidar Alam di Kecamatan Sangir Jujuan. Evakuasi melibatkan petugas dinas kesehatan," sebutnya.

Versi BPBD, korban meninggal, masing-masing, Buyung, Yasril, Zainal, Sia, Nedi dan Catno alamat Abai. Sedangkan korban luka-luka, Nopa, alamat Bumi Ayu Sangir dengan kondisi patah tangan. Tomi alamat Timbulun juga menderita patah tangan. Ito alamat Sungai Rambutan menderita patah pinggang. Eka Umur alamat Bumi Ayu juga Patah Pingang. Mitro alamat Abai, menderita luka-luka. Syafril alamat Taratak Tinggi Pekonina menderita luka-luka. Petugas terkendala dalam evakuasi karena beratnya medan yang harus dilalui. 

Versi polisi

Seluruh para pekerja yang tertimbun di lokasi tambang emas di kawasan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari telah berhasil dievakuasi. Total pekerja yang tertimbun lima orang.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto mengatakan, dari seluruh korban yang dievakuasi empat dinyatakan meninggal dunia. Sedang satu pekerja selamat, namun mengalami patah tulang.

“Keempat korban yang meninggal dunia telah sampai di rumah duka masing-masing. Satu orang yang selamat patah tulang punggung dan kaki,” kata Tedy kepada langgam.id. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama