Soal Corona, DPRD Ingatkan Pemko

 Rapat dengar pendapat antara DPRD dengan Pemko Padang Panjang. (kominfo)


PADANG PANJANG-Menyikapi lonjakan kasus positif corona di daerah lain, DPRD berharap pemko dapat melalukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan. Diperlukan kesigapan dan langkah antisipatif.


Hal itu dikemukakan Ketua DPRD, Mardiansyah dalam rapat dengar pendapat Komisi I dengan Pemko Padang Panjang. Pemko diwakili Asisten Administrasi Umum, Martoni, Plt. Kepala Bdan BPBD Kesbangpol, Zulheri serta  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, Lila Yanwar.

Mardiansyah meminta agar pemko menjelaskan sejauh mana kesiapan dalam menghadapi varian baru Covid-19. Ketua Komisi I, Hukemri berharap ada antisipasi kemungkinan lonjakan Covid-19 setelah Idul Adha nanti. "Kami berharap pemko bisa mengantisipasi lebih serius, menjelang Idul Adha, mengingat adanya kerumunan masyarakat melaksanakan ibadah kurban," katanya.

Hukemri juga ingin agar rumah kesehatan yang ada, dilengkapi dengan fasilitas dan prasarana lainnya.

Anggota dewan lainnya, Kiki Anugerah berharap pemko dapat meningkatkan kerja samanya dengan Forkopimda dalam penanganan kasus Covid-19 ini. “Jangan lupa agar pelaksanaan vaksinasi lebih dioptimalkan,” katanya.

Martoni menyebutkan pemko sudah mempersiapkan berbagai upaya pencegahan dan penanganan kasus Covid-19. Di antaranya penyediaan rumah kesehatan, vaksinasi bagi masyarakat, razia bagi masyarakat yang tidak patuh prokes dan sebagainya.

"Kita berharap jangan sampai terjadi lonjakan. Saat Idul Adha, pemko akan lebih memperketat lagi prokes dalam melaksanakan Shalat Ied ataupun ibadah kurban," katanya. 

Zulheri menyampaikan, BPBD sampai saat ini masih melakukan penyemprotan dan razia terhadap yang tidak patuh prokes.  “Insya Allah setiap kelurahan nantinya akan dibuatkan posko Covid-19. Sampai saat ini baru 10 posko yang dibangun namun masih kurang dari segi sarana dan prasarananya,” ungkapnya yang dikutip dari Kominfo.

Lila menyampaikan, hingga saat ini tenaga medis di RSUD siap untuk penanganan Covid-19. Terkait tempat isolasi di RSUD juga sudah bagus. Namun apabila nanti kekurangan, Pemko juga sudah menyiapkan rumah kesehatan. Apabila masih kurang, akan dibuatkan tenda khusus untuk isolasi.

"Untuk tempat isolasi di RSUD akan diutamakan bagi mempunyai gejala klinis. Bagi orang tanpa gelaja akan ditempatkan di rumah kesehatan," ujarnya. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama