Unand dan Universitas Pakuan Jalin Kerjasama

 Webinar tentang persoalan lingkungan antara Unand dengan Universitas Pakuan


PADANG-Universitas Andalas jalin kerja sama dengan Universitas Pakuan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/6/2021). Penandatanganan perjanjian kerjasama itu dilakukan kedua pimpinan universitas secara virtual.

Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini menyatakan bangga bisa kerjasama dengan Unand. Dia menyebut, Unand bukan saja universitas kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, tapi menjadi kebanggaan Indonesia.

Dijelaskan Bibin Rubini, Unand merupakan perguruan tinggi besar yang memiliki ratusan program studi. Unand juga merupakan universitas tertua yang tak terlepas dari perjalanan sejarah bangsa. "Unand lebih tua dari saya," kata dia bercanda.

Bibin Rubini mengaku sering bertemu dengan Rektor Unand dalam forum rektor. Dia juga memuji Unand yang sudah memiliki banyak guru besar dan ratusan program studi.

Bibin Rubini, program studi di Universitas Pakuan belum sebanyak di Unand. "Yang jelas, kami selalu mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu," katanya.

Terkait kerja sama dalam bidang pengelolaan lingkungan, Bibin Rubini menyebutkan, lingkungan merupakan masalah besar dewasa ini. "Hal ini harus dihadapi dengan kerja sama. Universitas tak bisa bekerja sendiri, diperlukan tukar menukar informasi dan hasil penelitian," katanya.

Bibin Rubini mengemukakan, memang diperlukan keseriusan dalam mengelola lingkungan karena lingkungan berkaitan dengan keberlangsungan hidup manusia di masa  depan. 

Rektor Universitas Andalas, Yuliandri menyebutkan, kerja sama antar universitas kini menjadi keharusan. Sebab, tantangan yang dihadapi tidak ringan. "Kita harus saling bersinergi dan mencari solusi dari tantangan yang dihadapi itu. "Apalagi dalam masa pandemi sekarang, kita harus selalu membuat terobosan dan mencari strategi agar perguruan tinggi bisa turut membantu persoalan yang dihadapi bangsa," katanya.

Yuliandri menyebutkan, mau tak mau tantangan harus dihadapi. Makanya, universitas harus bersinergi. Rektor menambahkan, dalam masa pandemi, Unand telah berusaha membantu pemerintah. "Unand memiliki rumah sakit dan laboratorium khusus untuk pemeriksaan hasil swab. Unand telah bekerja membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19," kata Yuliandri.

Rektor menambahkan, Unand memiliki 126 program studi serta 157 guru besar serta 1.448 dosen. "Kami memiliki program pascarjana dan doktor," ujar Yuliandri. (*) 



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama