Wakil Bupati Tanah Datar Dukung Kereta Aktif Lagi

 Pertemuan jajaran pemkab dengan PT KAI. (humas)

BATUSANGKAR-Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian didampingi Kepala Dinas Perhubungan Harfian Fikri, Kepala Dinas PUPR Nofi Hendri, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Abdul Hakim, Kabag Perekonomian Masni Yuletri dan Kabid Aset pada BKD Budi Candra, Rabu (2/6) mengadakan pertemuan dengan pihak PT KAI dihadiri Kepala Divisi Regional II Sumatera Barat Kuncoro.

Pada pertemuan antara pemerintah kabupaten dengan PT KAI yang terkait dengan rencana pengaktifan kembali jalur kereta api dari kota Sawahlunto ke Padang tersebut juga dihadiri Manajer Aset PT. KAI Regional II Sumatera Barat Indra Diva, Asisten Manajer Pam Obvit Indra, Kepala Humas Ujang Rusen Permana dan Senior Supervisor Umum Andi.

Richi Aprian menyambut baik rencana reaktivasi jalur kereta api dari Sawahlunto ke Padang oleh PT. KAI.

Menurutnya Wabup, rencana ini merupakan kewenangan penuh dari PT. KAI, tetapi yang pasti dari pemerintah daerah kalau memang ada rencana dari pihak PT. KAI khususnya yang melewati wilayah Tanah Datar sangat membuka pintu yang selebar-lebarnya dan menyambut baik rencana ini karena jalur distribusi barang maupun orang itu lebih murah dan efisien dengan menggunakan kereta api.

"Harapan kami terhadap aset-aset PT. KAI di wilayah Tanah Datar pun kalau bisa dikerjasamakan terkait pemanfaatannya, namun kalau tidak kita akan upayakan bagaimana seluruh aset PT. KAI bisa termanfaatkan dan terjaga dengan baik," ujar wakil bupati.

Richi Aprian berharap ke depan kalau rencana ini terlaksana, jalur kereta api ini tidak hanya bermanfaat untuk transportasi barang dan orang saja, namun juga bisa mendukung kepariwisataan di Tanah Datar sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah income bagi daerah. 

Kuncoro menjelaskan rencana reaktivasi jalur kereta api itu memang ada dan yang paling realistis pada tahun ini baru jalur dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban, hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran, namun tidak tertutup kemungkinan bisa mencapai di Nagari Batu Taba Batipuh Selatan, karena medannya tidak begitu berat.

Sementara Manajer Aset PT. KAI Regional II Sumatera Barat Indra Diva menyampaikan terkait dengan aset PT. KAI yang ada pada 2016 yang lalu sudah dilakukan pendataan dan pada waktu itu juga sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Tanah Datar. 

Namun pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pendataan kembali, dan kalaupun ada beberapa aset yang saat ini masih dimanfaatkan oleh pemda yang memungkinkan adalah dikerjasamakan, sebab tidak mungkin dilakukan proses hibah. (*)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama