Digitalisasi Data Kesehatan Penumpang Pesawat Diperlukan

 

Penumpang pesawat  di terminal bandara. (cnnindonesia.com)



JAKARTA-Pemerintah akan menerapkan digitalisasi data kesehatan penumpang pesawat menyusul penerapan PPKM darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hal tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan data kesehatan penumpang baik sertifikasi vaksin atau hasil tes PCR dan antigen. 

"Kementerian Kesehatan mendapatkan masukan dari maskapai dan operator bandara agar prosesnya disederhanakan kalau bisa dibuat digital agar tidak ada pemalsuan," kata Budi, Minggi (4/7/2021) malam. 

Budi mengatakan Kemenkes bekerja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) I dan II untuk melakukan pilot project integrasi digital data tersebut. Dia menuturkan, pilot project tersebut dilakukan mulai hari ini, Senin (5/7/2021).  "Pilot project dilakukan untuk perjalanan Jakarta-Bali dan Bali-Jakarta bahwa sertifikat vaksinasi dan PCR ini bisa setara digital," tutur Budi. 

Melalui aplikasi Peduli Lindungi, Budi mengatakan data yang ada di Kemenkes dibuka dan dihubungkan dengan data yang dimiliki AP I dan AP II. Sehingga, kata Budi, check in di bandara AP I dan AP II bisa menggunakan QR Code yang ada di dalam aplikasi Peduli Lindungi. 

"Nanti bisa dicek oleh sistem apakah PCR nya ada laporannya, dari 743 lab sudah terkoneksi di Kemenkes. Diharapkan bisa efisien, cepat, dan lebih aman dari pemalsuan," ungkap Budi yang dikutip dari republika.co.id

Jika pilot project tersebut berhasil, Budi mengharapkan nantinya aplikasi Peduli Lindungi bisa untuk check in penumpang pesawat. Selain itu juga dapat digunakan untuk penerapan protokol kesehatan di tempat publik lainnya. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan upaya peningkatan pelayanan selaku dikoordinasikan agarlebih cepat dan mudah. "Mari kita gunakan ini untuk di awal kita gunakan di Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai Bali," kata Budi Karya.

Budi Karya mengharapkan integrasi digital tersebut dapat memperkuat pelaksanaan PPKM darurat. Budi Karya menilai, pengecekan surat kesehatan perlu diperketat dalam kondisi saat ini untuk memastikan penumpang pesawat dalam keadaan sehat. 

"Integrasi penting. Selama ini penumpang sebelum berangkat melakukan cek PCR atau antigen dan menunjukkan surat keterangannya dengan hard copy dan menimbulkan antrean, belum lagi pemalsuan," ungkap Budi Karya. 

Budi Karya mengharapkan integrasi tersebut nantinya tidak menimbulkan antrean di bandara. Selain itu juga dapat mencegah pemalsuan surat kesehatan. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama