Bappeda Kota Pariaman Adakan Pelatihan Studi EHRA

 Pelatihan yang diadakan Bappeda


KOTA PARIAMAN-Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kota Pariaman adakan pelatihan enumerator dan supervisor studi penilaian risiko kesehatan lingkungan atau dikenal dengan environmental health risk assessment (EHRA), yang dilaksanakan di aula Balaikota Pariaman, Kamis (26/8/2021)

"Study EHRA adalah sebuah survey partisipatif di kabupaten/kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Study EHRA penting dilakukan karena pembangunan sanitasi membutuhkan pemahaman kondisi wilayah yang akurat," ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Pariaman, Rika Satya Ningsih.

Dia menambahkan, selama ini ketersediaan data sanitasi dan higinitas sangat terbatas, tidak terpusat dan tersebar diberbagai kantor, sehingga diharapkan studi EHRA ini akan menghasilkan data yang representative, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan sanitasi mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai ke tingkat Kota Pariaman, ulasnya.

"Sehubungan dengan percepatan pembangunan sanitasi di Pariaman, maka pemerintah kota melalui Bappeda menyelenggarakan studi EHRA, diawali dengan pembekalan tim studi EHRA yang telah dilaksanakan pada Juli 2021 lalu, dan saat ini dilanjutkan dengan pelatihan bagi enumerator dan supervisor study EHRA," ujarnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Enumerator terhadap konsep EHRA, memahami kuesioner dan melakukan pengumpulan data dalam studi EHRA. "Enumerator dalam studi EHRA ini adalah anggota kader kesehatan lingkungan dari desa/kelurahan yang ada di Kota Pariaman, ditambah dengan Saniatrian dari puskesmas," jelasnya.

Salah satu keberhasilan Study EHRA ada pada peran Enumerator dan Supervisor, sejauhmana Enumerator mengumpulkan data yang akurat dilapangan serta kemampuan Supervisor melakukan pengecekan kevalidan hasil data yang terkumpul dan memberikan laporan tentang hasil Study EHRA ke Tim Pelaksana Penyusunan Dokumen Study EHRA Kota Pariaman.

"Oleh karena itu saya berharap, agar para Enumerator dan Supervisor Study EHRA yang hadir pada kesempatan ini, untuk mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti pelatihan ini, sehingga Enumerator dan Supervisor yang terlatih ini mampu melakukan pendataan secara maksimal di lapangan," tutupnya.

Narasumber yang didatangkan adalah Sugeng Riyanto dan Wibawadi Murdiwono yang berasal dari Tim Percepatan Fasilitasi Provinsi Sumatera Barat, dan dari Bappeda Kota Pariaman sendiri. (J/aa)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama