Banyak Pelajaran dari Studi Banding ke Pekanbaru

Serahterima cenderamata

PADANG–Ikatan Keluarga dan Istri Anggota Dewan (IKIAD) Padang studi banding Ikatan Kesejahteraan Keluarga Dewan (IKKD) Pekanbaru, Kamis (30/9). Studi banding tersebut dipimpin Tasnidar Arne Yarmen. Banyak pelajaran yang didapat dari studi banding ke provinsi tetangga itu.

Tak sia-sia perjalanan darat ke Pekanbaru. Sebab, banyak pengalaman di sana yang bisa diterapkan di Padang. Bukan cuma itu, istri anggota DPRD Padang perkenalkan pula potensi Padang yang bisa dijual di Pekanbaru. Salah satunya, batik tanah liek.

Kepada istri anggota DPRD Pekanbaru, pimpinan rombongan IKIAD Padang, Tasnidar Arne Yarmen menjelaskan,  batik dinamakan tanah liek karena menggunakan tanah liek (liat) dalam proses pewarnaannya. Warna tanah liat yang kuning kecoklatan ini akhirnya menjadi warna dasar kain sebelum diberi motif. Pewarnaan batik tanah liek menggunakan getah tumbuh-tumbuhan dan tanah liat.

Foto bersama di DPRD Pekanbaru

Untuk warna digunakan getah gambir, rambutan, pinang, jengkol dan lain. Pembuatannya hampir sama dengan batik pada umumnya, tetapi kain sebelum diberi motif terlebih dahulu direndam dalam air yang sudah dicampur dengan tanah liat. 

Barulah dibuat motif menggunakan canting dengan model batik tulis. Setelah motif selesai dibuat, kain lalu diwarnai. Untuk menguatkan warna tanah liek, kain bisa direndam lagi dengan air tanah liat. Untuk motif, hingga saat ini masih tetap menggunakan motif-motif tradisional yang biasanya juga digunakan untuk ukiran rumah gadang, seperti motif itiak pulang patang, kaluak paku, pucuak rabuang dan lainnya.

Dijelaskan Tasnidar, batik tanah liek memang rata-rata di atas harga batik lain. Ini karena proses pembuatan motif yang lama dan menggunakan bahan alami tanah liek tanpa zat kimia sedikit pun. Kondisi ini menyebabkan pangsa pasar Batik Tana Liek dengan motif tulis banyak digandrungi kalangan menengah ke atas. Meski demikian, agar dapat dijangkau konsumen menengah ke bawah juga tersedia batik dengan motif printing.

Dijelaskan Tasnidar, batik tanah liek dimininati berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. "Sekarang batik tanah liek dikombinasikan dengan bahan lain seperti kaos, kemeja, blezer dan model baju lain sesuai selera pasar," ujar Tasnidar.


Pertemuan dan tukar informasi

Dia berharap, bila istri anggota DPRD Pekanbaru ke Padang, jangan lupa untuk membeli batik tanah liek. Tasnidar Arne Yarmen juga mengatakan, kunjungan itu sebagai bentuk upaya memperkuat hubungan silahturahmi antara keluarga dewan Padang dan Pekanbaru.

“Melalui pertemuan ini tentu akan ada sharing informasi, terutama pengembangan produk UMKM," katanya.


Foto bersama saat studi banding



Tasnidar menambahkan, dengan pertemuan semacam itu bisa memberikan nilai tambah bagi UMKM, seperti halnya batik tanah liek. Dia menyebutkan, antara Sumbar dan Riau berdekatan. Riau yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, menjadi pasar yang besar bagi produk Sumatera Barat. (advertorial)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama