Tiga Tahun Fadly-Asrul, Banyak Prestasi Diboyong ke Padang Panjang


 

Kepala BPS disambut dengan kesenian tradisional di Padang Panjang. 

PADANG PANJANG-Duet Fadhly Amran dan Asrul tiga tahun sudah memimpin Padang Panjang sebagai wali kota dan wakil wali kota. Tiga tahun kepemimpinan itu jatuh pada 18 Oktober 2021. Tiga tahun kepemimpinan yang memberikan banyak perubahan dan prestasi yang diboyong ke Padang Panjang.

Prestasi yang diraih bukan hanya tingkat Sumbar, tapi penghargaan nasional juga didapat. Bahkan, dalam masa kepemimpinan Fadly-Asrul, Padang Panjang tercatat sebagai daerah yang punya Pojok Statistik di Indonesia.

Hal itu sebagai wujud keseriusan pemerintah kota bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dalam merawat dan memanfaatkan data, Padang Panjang hadirkan Pojok Statistik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK). 

Pojok Statistik yang menjadi terobosan pertama Indonesia itu, diresmikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto bersama Wali Kota, Fadly Amran, Rabu (26/5/2021) di kantor DPK. 

Fadly Amran juga menerima penghargaan dari BPS Pusat sebagai kepala daerah yang mendukung keberadaan Pojok Statistik.  Pojok Statistik merupakan suatu ruangan di perpustakaan daerah yang dimanfaatkan untuk melayani masyarakat dalam mengakses data BPS, baik itu data tercetak, maupun data digital. 



Tiga tahun Fadly-Asrul pimpin Padang Panjang

Di samping itu juga untuk literasi kepada masyarakat. Untuk teknis masyarakat mendapatkan data dari pojok tersebut, Pojok Statistik ini terintegrasi dengan sistem pelayanan perpustakaan. 

Suhariyanto mengatakan, dengan adanya Pojok Statistik ini, akan memudahkan pemerintah dan masyarakat dalam membuat suatu perencanaan yang bagus, dan terukur, karena di Pojok Statistik ini akan menghimpun semua data yang akan dibutuhkan dalam sebuah perencanaan.

“Dengan adanya data, tentunya kita bisa mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, untuk dibuatkan perencanaan penyelesaian permasalahan tersebut. Seperti data Covid-19, data kemiskinan, data pertumbuhan ekonomi dan data lainnya. Untuk itulah kiranya keberadaan Pojok Statistik ini penting untuk dihadirkan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Suhariyanto.   

Dia berharap, Pojok Statistik ini bisa membangkitkan literasi statistik untuk masyarakat. Di sisi lain, sebut Suhariyanto, BPS harus bisa menerjemahkan berbagai angka dan data statistik tersebut dalam bahasa yang membumi yang mudah dipahami masyarakat secara umum.





Wali kota dan wakil wali kota pimpin rapat

“Keberadaan Pojok Statistik di Gedung Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang ini sudah sangat bagus sekali. Setelah diresmikan, saya juga melihat langsung keberadaan Pojok Statistik itu. Sewaktu memasuki Gedung Perpustakaan, kita akan melihat langsung Pojok Statistik yang berada di pojok (sudut) kanan gedung. Tata letak yang sangat strategis itu, pasti akan memancing rasa ingin tahu masyarakat tentang Pojok Statistik,” tutur Suhariyanto.

Suhariyanto mengapresiasi kinerja wali kota yang sangat terbuka dalam menjalin kerja sama dengan semua pihak, khususnya BPS Sumbar dan Padang Panjang. Hal tersebut sangat sesuai dengan visi misi wali kota  untuk mewujudkan kejayaan Padang Panjang yang bermarwah dan bermartabat.

“Kolaborasi dan kerja sama yang sangat baik ini, telah dibuktikan Wali Kota Fadly Amran. Hal ini tentunya menjadi kunci kemajuan sebuah daerah. Kehadiran Pojok Statistik ini, menjadi bukti nyata dari kinerja wali kota muda ini. Di bawah kepemimpinan Fadly Amran, saat ini Padang Panjang menjadi pilot project untuk Pojok Statistik, karena Padang Panjang menjadi daerah pertama yang mampu menghadirkan Pojok Statistik di tengah-tengah masyarakat. Kita juga berharap daerah lain juga mampu mencontoh ke Padang Panjang,” pujinya.




Wali kota dan wakil wali kota

Ditambahkan Suhariyanto, Pojok Statistik merupakan program prioritas BPS dalam rangka peningkatan pelayanan publik berkaitan dengan reformasi birokrasi, meningkatkan pelayanan data kepada masyarakat secara cepat, mudah dan murah.

Sementara itu,  Fadly Amran  menyampaikan, dengan adanya Pojok Statistik, BPS diharapkan dapat melayani informasi data yang lengkap dan "up to date", serta memberi manfaat dan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mencari data. 

“Kebutuhan data dewasa ini semakin penting, baik untuk keperluan penelitian maupun untuk memastikan validitas informasi di masyarakat. Untuk itu kita berharap kehadiran Pojok Statistik ini dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan data yang akurat dan terukur,” tuturnya.

Fadly Amran juga memuji kinerja BPS Padng Panjang. Ia menyebutkan, BPS Padang Panjang telah menjadi yang terbaik dalam menjalankan programnya, seperti terbaik dalam sensus penduduk online, pelayanan terpadu satu data serta lain sebagainya.

“Kami berterima kasih kepada BPS pusat dan provinsi yang telah menjadikan Padang Panjang sebagai kota pertama di Indonesia adanya Pojok Statistik. Semoga dengan adanya Pojok Statistik ini kita mampu memberikan literasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya data," sebutnya yang dikutip dari Kominfo. 

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia dilanda pandemi Covi-19. Namun, situasi itu dapat dilalui dengan baik oleh Fadhly dan Asrul. Bahkan, di Sumbar, Padang Panjang merupakan satu-satunya daerah yang berada di Level I.

Wali Kota Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menyampaikan, kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Asrul, fokus menangani Covid-19 sebagai prioritas, sejak wabah itu muncul Maret 2020 silam. Di samping itu, pemerintahannya turut memberikan dukungan kepada masyarakat dan UMKM yang menerima dampak. Seperti bantuan sosial, bantuan wirausaha, insentif dan keringanan retribusi dan pajak.

"Pemerintah pusat dan daerah sangat fokus menangani pandemi ini. Ini juga menjadi cerminan di dua tahun terakhir kepemimpinan kami,” kata Wako Fadly didamping Wawako Asrul.

Keseriusan penanganan Covid-19 di Padang Panjang terbukti dengan capaian vaksinasi yang masih menempati urutan tertinggi di Sumatera Barat (Sumbar). Terhitung 16 Oktober lalu, persentase dosis pertama 65,09 persen dan dosis kedua 39,04 persen. 

Kemudian dari catatan Kominfo, menyikapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV yang ditetapkan pemerintah pusat lalu, Wako Fadly menerbitkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota No. 126, 127 dan 128. SK tersebut terkait keringanan kepada pelaku usaha yang secara langsung terdampak.

Adapun yang tertuang dalam SK Nomor 126 Tahun 2021 yaitu tentang Penghapusan Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan dan Pajak Parkir mulai 12 Juli-12 Agustus 2021.

Kemudian, tentang besaran sewa kios Pasar Pusat, pada intinya memberikan pengurangan 75 persen untuk masa 1 Juli-31 Agustus 2021 pada SK No.127/2021. Lalu, di SK No. 128 tentang Penghapusan Restribusi Pelayanan Persampahan pada Pedagang Kaki Lima dan Retribusi Pelayanan Pasar pada Pelataran Kawasan Pasar Kuliner Malam yang berlaku 12 Juli-12 September 2021.

Pemko juga mengeluarkan kebijakan memberikan stimulus untuk wajib pajak dan retribusi daerah menyusul diberlakukannya PPKM Darurat Covid-19 di Kota Padang Panjang. Stimulus ini untuk memberi keringanan kepada pelaku usaha yang secara langsung terdampak. 

Melalui kebijakan tersebut diharapkan dapat sedikit mengurangi beban masyarakat sebagai konsumen dan pengusaha di masa pemberlakuan PPKM Level 4 ataupun Darurat. Hingga akhirnya terjadi penurunan ke Level tiga seiring perekonomian yang berangsur mulai pulih.

Sebelumnya, kesigapan Pemko menangani Covid-19, berbuah Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 15,5 miliar dari pemerintah pusat. Bantuan difokuskan untuk 100 persen pemulihan ekonomi. Sebuah kebijakan yang tentunya berpihak kepada masyarakat. Hal ini tak lepas dari peran kepemimpinan Fadly dan Asrul.

Pemulihan ekonomi diberikan melalui Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk tiga bulan, terhitung Oktober, November dan Desember 2020 lalu, sebesar Rp900 ribu dan bantuan permodalan UMKM Rp 2 juta. Kota Padang Panjang satu-satunya kota yang membuat kebijakan seperti ini.

Untuk BST, dengan data penerima 3.079 KK. Di sisi lain, bantuan permodalan kepada 2.100 UMKM. Kedua dana itu disalurkan lewat kerja sama dengan Bank Nagari. 

Dikatakan Fadly, BST dan permodalan untuk UMKM, adalah bantuan dari pemerintah pusat berupa DID tambahan yang dialokasikan kepada daerah yang sangat baik dalam penanggulangan Covid-19. "Kita fokuskan 100 persen untuk pemulihan ekonomi di Padang Panjang,” ungkapnya. 

Meski penanganan Covid-19 dilakukan sebagai prioritas, kepemimpinan Fadly-Asrul pun tidak luput dengan berbagai prestasi yang diraih. Penghargaan terkini yang diraih direntang waktu September ini saja antara lain Jasa Bakti Koperasi dan UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM, Juara I Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Sumbar, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Pratama 2020 dari Kemen PPPA.

Selanjutnya, Penghargaan Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelayanan Berusaha Pemerintah Daerah 2021 dengan status "Sangat Baik" dari Kementerian Investasi/BKPM RI, Penghargaan Perlindungan Pekerja Rentan dari BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2021, Local Government untuk Tourism and Creative Campaign Award 2021 oleh MarkPlus Tourism, dan Choise Award Tingkat Nasional 2021 dari Kemen PPPA. 

"Seperti kita ketahui bersama, sejak awal 2020, pandemi Covid-19 telah berefek besar terhadap perekonomian masyarakat," ungkap Fadly.

Dikatakannya, Pemko berupaya mengurangi pengeluaran masyarakat sehingga perekonomian perlahan membaik. “Beberapa langkah kita upayakan untuk tercapainya layanan pendidikan tetap berjalan maksimal. Di antaranya pemberian beasiswa," sebutnya.

Pemko terus mengupayakan, lanjut Fadly, agar Program Beasiswa Padang Panjang Juara tetap berjalan. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berkompeten serta membanggakan Padang Panjang.

"Sudah menjadi komitmen kita, beberapa program dalam pendidikan seperti Program Padang Panjang Juara tetap berjalan. Kita sudah bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi melalui beasiswa siswa dan guru juara. Selain itu kita juga upayakan beasiswa dari berbagai pihak," ungkapnya. (ADVERTORIAL)






Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama