Gubernur Sumbar Pernah Lima Tahun di Dumai, Ini Kisahnya



Mahyeldi bertemu dengan gurunya

DUMAI-Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mendatangi SMP 1 Dumai, Sabtu (6/11/2021). Di sekolah itu, dia teringat masa lalunya. Mahyeldi tak menyangka akan jadi gubernur. 


Mahyeldi berbagi kisah dan memotivasi pelajar SMP 1 Dumai. Dia menyebut, orang tuanya tukang becak. "Keberhasilan seseorang bukan lantaran orang tuanya mampu atau tidak, melainkan seseorang berhasil karena usaha dan ikhtiar hidupnya sendiri. Jadi setiap orang punya kesempatan untuk mengubah nasib," kata Mahyeldi.

.Mahyeldi bicara panjang lebar soal sejarah hidupnya. Dia bercerita di hadapan kepala sekolah, para guru, siswa dan alumni dalam silaturrahmi SMP 1 Dumai. 

“Masih teringat semangat bangun pagi mengantarkan kue ke lapau, kemudian berjalan melewati pasar baru, pergi ke laut membantu nelayan menarik ikan dan menjualkan hingga habis. Pada pukul 07.00 kembali ke rumah bersiap pergi sekolah,” ungkap Mahyeldi mengenang masa lalunya.

Mahyeldi menambahkan, pulang sekolah, hingga sore harinya ia juga menjual air minum di simpang jalan. 

“Walaupun hanya lima tahun di Dumai ini, didikan keras alam tantangan kehidupan telah menempa dirinya, sebagai anak tertua yang ingin membantu kedua orangnya. Ibu saya yang sedikit cacat dan ayah yang kadang kurang sehat karena sakit yang diderita beliau, semua semakin menguatkan hati untuk berikhtiar, bersungguh-sungguh dalam hidup,” ungkapnya.

“Karena itu, kepada guru-guru, sekolah, kepala daerah agar memberikan perhatian sepenuh hati pentingnya menyiapkan generasi emas itu sedini mungkin dalam berbagai hal, mulai dari kepribadian keimanan, kemampuan skill, kecerdasan dan semangat daya saing, berjuang hidup,” himbaunya.

Memanggil semua siswa SMP 1 Dumai yang berdiri bareng, Mahyeldi katakan, adik-adik SMP 1 Dumai saat ini adalah calon, presiden, menteri, pengusaha, advokat ternama, birokrat hebat dan sebagainya.

“Nanti, atau 24 tahun lagi dari sekarang, anak-anak kita ini akan menjadi pemimpin di masanya. Maka mempersiapkan mereka generasi masa datang itu bagian dari ikhtiar kita bersama untuk kejayaan dan kesejahteraan Indonesia. Kepada adik-adik agar terus belajar, bersungguh-sungguh, kerja keras dan berjuang menjadi yang terbaik,” katanya.

Gubenur Mahyeldi bersama Baznas Sumbar menyerahkan bantuan beasiswa Rp50 juta untuk 100 siswa SMP 1 Dumai yang terdampak bencana banjir rob beberapa waktu lalu. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama