Unand Bangun Rusunawa di Bekas Perumahan Dosen


 Petugas akan rubuh rumah di komplek perumahan dosen. (zk)


PADANG-Universitas Andalas bangun rusunawa di bekas perumahan dosen di komplek kampus Limau Manis. Dana pembangunan rusunawa berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Rusunawa itu nantinya menjadi tempat tinggal bagi dosen serta tenaga kependidikan.


Pembangunan rusunawa itu telah lama dianggarkan, namun tak kunjung dilaksanakan menyusul polemik antara warga yang tinggal di perumahan itu dengan pihak universitas. 

Bila dana yang sudah dialokasikan, namun pekerjaan tak juga dilakukan,  maka dana dikembalikan ke pemerintah pusat. Dalam kondisi sekarang, tak gampang meminta dana ke pusat.

Terkait dengan pembangunan rusunawa itu, Kamis (4/11/2021) dilaksanakan perubuhan bangunan di perumahan dosen itu. Perubahan dilakukan jajaran Unand serta pengamanan dibantu pihak kepolisian.

Perubuhan rumah negara C25 berlangsung tertib. Kepala Koordinator Barang Negara Universitas Andalas, Syah Aidil Fitri menyebutkan, sementara penghuni rumah C25 dipindahkan ke asrama putri.

Tempat tinggal sementara disediakan Unand agar dapat dilakukan pembongkaran oleh pemenang lelang yang ditetapkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Padang, sesuai Risalah Lelang Nomor 195/08/2021 teranggal 27 Juli 2021.

Perubuhan bangunan tersebut dilakukan guna merespon permohonan tertulis yang diajukan ke Rektor Unand oleh pemenang lelang rumah negara untuk dibongkar. 

“Pembongkaran bukan dilakukan atas nama Rektor Universitas Andalas tetapi oleh pemenang lelang rumah negara yang sudah dihapus dari aset negara,“ kata Syah Aidil Fitri.

Perubuhan sudah sesuai dengan prosedur hukum. Surat keputusan penghapusan dan pelelangan barang milik negara (BMN) sudah terbit dan dilaksanakan proses penetapan pemenang di Kementerian PUPR.

Rusunawa yang akan dibangun memiliki daya tampung lebih banyak dengan kualitas bangunan lebih baik. "Dengan harapan lebih banyak dosen dan tenaga kependidikan yang belum memiliki rumah dapat ditampung di rusunawa ASN tersebut," katanya. (zk)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama