Wali Kota Riza Falepi: Jangan Mengambil Kesempatan di Tengah Krisis



Riza Falepi


PAYAKUMBUH-Tahun ini, tepatnya 23 September 2021 merupakan masa kepemimpinan Wali Kota Riza Falepi yang ke 9 tahun di Payakumbuh, artinya pada periode kedua ini dia sudah 4 tahun pula menjalankan tugas bersama Wakil Wali Kota Erwin Yunaz.

Kira-kira apa yang menjadi kekhawatiran ataupun hal yang menjadi pemikiran bagi Riza yang tak beberapa bulan lagi memasuki masa injury time-nya memimpin kota yang berjuluk the City of Randang ini.

Terkait politik, dengan ekspresi seriusnya Riza mengaku miris dengan adanya politisi yang menaikkan popularitas dengan cara murahan saat krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 ini. Riza menilai itu sebagai penghianatan terhadap amanat penderitaan rakyat.


Riza Falepi

"Kenapa disebut krisis, karena sudahlah utang negara sedang menumpuk, anggaran daerah dipotong, ekonomi merosot," kata Riza di Payakumbuh, Senin (8/11/2021).

Dikatakan politisi PKS itu, apalagi masa jabatannya akan habis beberapa bulan lagi, tentu akan ada kompetisi untuk perebutan kursi calon wali kota selanjutnya.

"Jika ada politisi yang mengambil jalan pintas, hal itu boleh-boleh saja. Tapi ingat juga rakyat Payakumbuh sangat cerdas menilai cara-cara politik seperti itu, semakin dilakukan oleh si politisi, maka akan semakin tidak dilirik pula dia oleh masyarakat kota ini," kata Riza.

Wali kota yang banyak meraih penghargaan itu menyampaikan kalau tanggung jawab pemimpin sangat berat. Dia juga sadar, sebenarnya juga menginginkan agar gaji tenaga jasa perorangan (TJP) atau tenaga kontrak di pemerintahan bisa dinaikkan, tetapi dari mana uangnya, di sisi lain, kata Riza, pemerintah harus terus membangun dengan kualitas baik.

"Berbicara membangun dengan kualitas baik, kita sudah ada laboratorium untuk menguji kerja kontraktor. Kalau ada ditemui persoalan paling itu cuma satu atau dua, itupun tidak disengaja," kata Riza.


Riza Falepi


Riza mengingatkan politisi hendaknya hati-hati bicara, karena akan ada rakyat yang menilainya. Menurut Riza di saat krisis seperti ini lebih baik menyorot kerja-kerja produktif, jangan sebaliknya mengadvokasi rakyat dengan memberi dana atau anggaran yang sifatnya populis tapi tidak produktif, sehingga rakyat diajarkan cara yang salah untuk bekerja secara produktif.

"Bekerja produktif itu sesuatu yang bisa dijual, punya nilai tambah, kalau memungkinkan bisa diekspor, seperti manggis. Kita mengharapkan devisa masuk ke negara kita, karena hutang kita sudah sangat menggunung, bahkan APBD kita saja kebanyakan dari hutang, mau bilang apa? Mau ribut dengan pusat tentu tak mungkin. Sekarang kita berharap pengusaha-pengusaha yang menjadi the real EO bagi pergerakan ekonomi," ungkapnya.

Riza bersyukur kalau Payakumbuh dari sisi kinerja sudah cukup bagus, bersaing dengan kota-kota besar di Pulau Jawa untuk dinilai oleh kementerian dan lembaga yang berkompeten tentu adalah sebuah pencapaian yang membanggakan.

"Kalau sudah bagus, jika kinerja kita dipersoalkan oleh beberapa politisi, ini kan aneh, bahasa-bahasa politisi yang seperti ini terkesan murahan," tegasnya.

Dijelaskannya lagi, dari sisi rapor, nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Payakumbuh adalah BB+, artinya hampir A, di Sumatera Barat ini sudah tertinggi.

Riza Falepi

"Lalu kinerja kita dipersoalkan? Bukannya tidak boleh, harusnya bisa lah dilihat mana yang perlu diperbaiki, jangan asal bunyi saja. Kalau asal bicara saja sama saja dengan memperlihatkan kebodohan kepada publik. ASN pun akan menjaga jarak dengan politisi itu, karena mereka tentu bisa mengukur kualitas dari politisi yang mungkin nanti akan mencalon sebagai wali kota kedepannya," kata Riza.

Riza mengimbau seluruh politisi agar berdialog dan berbicara dengan bahasa yang membangun, sehingga ada kekuatan untuk bersatu dalam melawan Covid-19, dan pada saatnya nanti bisa membangun kembali seperti sebelum adanya wabah Covid-19. "Jangan khianati rakyat di tengah pandemi," tandasnya.

Riza mengharapkan calon wali kota yang akan menggantikan dirinya bisa melanjutkan program-program kerja dan pembangunan serta dituntut sosok yang mampu membangkitkan kembali ekonomi masyarakat pasca dilanda bencana non alam pandemi Covid-19 ini.

Ketika ditanya soal dukungannya untuk wali kota mendatang beliau menjawab,“Masih terlalu dini untuk kita bicarakan sekarang, biarkan para calon ini lebih mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat. Nanti baru kita bicarakan lagi.” 

Begitu juga terkait dengan foto-foto dirinya yang beredar luas dimedia sosial dengan beberapa orang tokoh, dan digadang-gadang oleh beberapa orang sebagai pengganti dirinya, dia menjawab, “Itu tafsir media dan tim sukses saja saja, saya rasa masih terlalu pagi kita bicara dukung mendukung. Saya hanya mengajak mereka untuk lebih memperhatikan kampung halaman.” 

Sementara kriteria calon wali kota yang ideal memimpin Payakumbuh, Riza menyebut calon tersebut harus memiliki track record yang bagus dan memiliki moralitas yang baik, dan secara hukum ataupun sosial tidak ada persoalan.


Riza Falepi

Tak lupa Riza berpesan kepada warganya agar selali menjaga protokol kesehatan, walaupun sudah di zona hijau semua kelurahan, tidak ada jaminan aman dari Covid-19.

Jangan sampai anggap enteng Covid-19, fakta sudah cukup banyak korban, dan jadikan itu pengingat. Usahakan mendapat vaksin, karena sudah terbukti ketika terkena Covid-19 tidak terlalu parah dampaknya, karena daya tahan tubuh diperkuat," pungkasnya. (CAN)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama