ISI Padang Panjang Peringati Dies Natalis ke-56


 Peringatan dies natalis ISI Padang Panjang. (kominfo)



PADANG PANJANG–Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang menggelar sidang terbuka senat dan orasi ilmiah dalam rangka dies natalis ke-56 di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, Rabu (22/12/2021).

Asisten III Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Andri Yulika menyebutkan,  di era revolusi industri 4.0 atau era internet of thing, manusia dituntut untuk menjadi pribadi sedia setiap saat, realtime, on-demand dan terbuka.

"Perlu menjadi kesadaran bersama, bahwa saat ini kita hidup di era disrupsi, era transisi yang mengubah lanskap kehidupan manusia," sebutnya yang dikutip dari Kominfo.

Ditambahkannya, generasi  muda diharapkan siap memenangi persaingan global dan harus selalu mengembangkan ilmu pengetahuan untuk bersiap menghadapi tantangan besar yang akan terjadi di era revolusi industri 4.0 saat ini.

"Setidaknya ada sembilan perubahan kehidupan 4.0. Di antaranya perubahan teknologi, perubahan makna ownership ke sistem sharing concept, perubahan pekerjaan dan profesi. Kemudian perubahan peta kompetisi, perubahan perilaku dan gaya hidup, perubahan regulasi, perubahan sumber kedaulatan baru, perubahan menjaga trust dan reputasi menjadi tumpuan kehidupan dan perubahan skill baru," jelasnya.

Rektor ISI, Prof. Novesar Jamarun menyampaikan, perlu disikapi dan penyesuaian dalam mengikuti perubahan. "ISI 56 tahun yang lalu, dalam serba keterbatasan fasilitas, tapi kerja keras tanpa pamrih dari para pendahulu kita, ISI kini telah berkembang maju. Kini dengan potensi yang dimiliki, baik alumni maupun civitas akademika, ISI hadir dengan fasilitas yang memadai. Kampus biru yang siap bersaing, baik nasional maupun internasional," ungkapnya.

Ditambahkannya, guna menerapkan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, ISI terus tumbuh dan berkembang. “Beberapa hal telah kita upayakan. Di antaranya, kita telah tergabung dalam penerimaan mahasiswa baru secara Nasional. Semua program studi kita telah terakreditasi. Tahun ini, kita kembali menghadirkan dua program baru S1 dan dua program di pascasarjana,” sebutnya.

Peringatan dies natalis ke-56 tahun ini, katanya, bisa dijadikan sebagai evaluasi dan introspeksi atas apa yang telah dilakukan selama 56 tahun sebelumnya. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama