Pelaku UMKM Diminta Urus Sertifikat Halal


 Gubernur foto bersama dengan pelaku UMKM Lembah Gumanti


SOLOK-Gubernur Mahyeldi mendorong UMKM berbasis pangan lokal di Sumbar untuk mengurus sertifikasi halal agar bisa lebih diterima pasar.

“UMKM yang berbasis bahan lokal sudah merupakan sebuah keunggulan karena bisa lebih memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Jika ditambah dengan sertifikasi halal, pasarnya akan lebih luas,” katanya saat berdiskusi dengan pelaku UMKM dan majelis taklim se-Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Minggu (26/12/2021).

Mahyeldi mencontohkan mie berbahan dasar labu. Dengan menggunakan bahan itu, petani akan tertarik untuk menanam labu lebih banyak dan harganya akan lebih baik sehingga menguntungkan pula bagi masyarakat setempat.

Hal itu sama dengan produk lain seperti donat labu, bawang goreng, saos tomat, selai labu dan selai tomat yang telah diproduksi masyarakat Lembah Gumanti.

“Pada 2024, seluruh produk yang dijual keluar daerah harus memiliki sertifikasi halal. Karena itu sejak sekarang, UMKM sudah harus mulai mengurus,” ujarnya.

Ia menyebut untuk kekurangan dan kendala yang masih dihadapi oleh UMKM, pemerintah daerah akan berupaya untuk memberikan solusi. Karena itu ia juga meminta agar UMKM bisa tergabung dalam kelompok yang lebih memungkinkan untuk mendapatkan dana bantuan pemerintah.

Selain itu, Lembah Gumanti juga memiliki keunggulan lain berupa bentang alam yang indah dan bisa menarik wisatawan untuk datang.

“Ini salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menjual produknya. Karena makin ramai orang yang datang, kemungkinan produk terjual juga akan semakin besar,” kata Mahyeldi.

Gubernur menilai masih ada kekurangan yang harus diperhatikan terutama soal kebersihan dan ketersediaan toilet yang representatif. “Ini masih agak kurang. Kalau bisa dilengkapi jadi akan makin ramai pengunjung dan produk akan makin laku serta lebih dikenal luas,” katanya. (rls)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama