Belum Dibayar, Warga Tagih Dana Kompensasi

 Warga bermusyawarah soal dana kompensasi


LINGGA-Warga Desa Selayar menagih komitmen manajemen PT LUG yang beraktivitas di desa mereka. Dalam kesepakatan sebelumnya, ada kewajiban pihak perusahaan dengan masyarakat. Namun, hampir dua bulan sejak kesepakatan dicapai, belum ada pembayaran.


Kepala Desa Selayar, Miskar Hidayat mengakui memang  belum ada pembayaran kompensasi dari pihak perusahaan pada masyarakat. Perwakilan masyarakat bermusyawarah membahas tentang kompensasi. Warga ingin kompensasi cepat dibayarkan.

Miskar Hidayat yang dihubungi melalui telepon Sabtu (7/1/2022) membenarkan informasi yang disampaikan warga terkait kompensasi yang belum dibayar.

"Memang sudah masuk dua bulan ini pihak perusahaan belum membayar uang Kompensasi sebagaimana yang sudah disepakati bersama pada musyawarah sebelumnya," ucapnya.

Miskar menjelaskan, selaku kepala desa dia merasa tidak nyaman kepada warga. Seharusnya, ada pembayaran untuk lebih kurang 200 kepala keluarga. Warga mempertanyakan dana kompensasi yang berjumlah Rp200 ribu sebulan per kepala keluarga.

Ketua Komisi l DPRD Lingga, Roni Kurniawan juga mendapat informasi tentang pembayaran kompensasi yang belum dibayarkan itu. "Iya, permasalahan terkait dana kompensasi untuk warga Desa Selayar yang belum dibayar. Sudah ada laporan masuk kepada kami, khususnya mungkin saya pribadi," ujar Roni Kurniawan, Minggu (8/1/2022).

Dia menyebutkan, masyarakat sangat berharap dana kompensasi itu mengingat sekarang masih pandemi. Kompensasi itu akan meringankan beban ekonomi keluarga," katanya.

Dia menambahkan, DPRD tidak akan menghambat setiap investor di Lingga, namun dalam hal berharap kepada setiap pihak perusahaan agar benar-benar berkomitmen terhadap kesepakatan yang dibuat sebelumnya agar tercipta kondisi yang aman dan kondusif dan berpegang teguh kepada prinsip dasar yakni saling menguntungkan.

Pihak perusahaan belum memberikan keterangan terkait persoalan itu. Manajemen yang dihubungi hingga berita ini diturunkan, belum memberi respon. 

Namun, ada juga warga yang yakin kalau dana kompensasi itu akan dibayarkan pihak perusahaan tersebut. "Siapa tahu masih dalam proses. Namun, prosesnya perlu dipercepat," kata seorang warga. (eka)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama