Teknologi Maju Pesat, Anak Perlu Dibentengi


Wakil bupati foto bersama dengan anak yang diwisuda


AROSUKA-Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu, Kakan Kemenag Zulkifli dan dan anggota DPRD Sumbar, Hardinalis Kobal, para orang tua santri dan masyarakat Koto Hilalang meghadiri wisuda tahfiz perdana Pondok Tahfiz Ambun Sani Koto Hilalang, Kecamatan Kubung.


Pimpinan Pondok Tahfiz Ambun Sani, Almaturidi mengatakan, Pondok tahfiz ini untuk mendidik generasi muda menjadi penghafal Alquran, sekaligus cikal bakal berdirinya madrasah ibtidaiyah di Nagari Koto Hilalang.

Pondok Tahfiz Harapan Ambun Sani ini, jelas Almaturidi, berdiri pada Juli tahun lalu. Saat ini memiliki 65 santri, pada wisuda perdana ini ada 12 santri, terdiri atas, 2 santri hafalan 2 juz dan 10 lainnya telah menuntaskan 1 juz sebagai permulaan.

“Diharapkan masyarakat ikut mendukung program ini untuk melahirkan generasi religi yang cinta Alquran,” ujar Wali Nagari Koto Hilalang  Yuliandra.

Zulkifli menyampaikan ucapan selamat pada para santri, yang mengikuti wisuda perdana. “Pondok Alquran dan pondok tahfizh ini dapat membentengai generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi dan perkembangan teknologi. Kita tidak dapat menutup diri dari gencarnya perkembangan teknologi dan globalisasi. Karena itulah, anak-anak mesti dibentengi dengan ilmu agama," ujar Zulkifli. 

Kepada para santri yang diwisuda, Zulkifli berharap untuk terus meningkatkan ilmu dan kemampuan. Karena tidak ada kata puas dalam belajar.

Hardinalis menyatakan, selaku legislatif dirinya berupaya membantu kegiatan keagamaan termasuk pondok Alqran dan pondok tahfiz mendapatkan dana hibah.

Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu berharap keberadaan pondok tahfiz bisa menciptakan generasi muda berakhlak mulia dan memiliki pengetahuan dan pemahaman ilmu Alquran.

“Semoga terwujud generasi muda beriman, berilmu dan menguasai teknologi,” ujar Jon Firman Pandu. (WTL)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama