Rumah Dibakar, Pengusaha Tambang Diminta Beri Bantuan


 Bupati Meki Nawipa 



ENAROTALI-Insiden yang menyebabkan terjadinya penembakan dan pembakaran rumah warga di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, tepatnya di Camp 45 dan Camp 81 membuat Bupati Paniai, Meki Nawipa geram dan prihatin.


“Kami prihatin atas pembakaran rumah warga, rumah guru dan rumah bagi tenaga medis di Distrik Baya Biru oleh orang tak dikenal. Kami menyesalkan dengan kejadian itu. Kami mengutuk keras orang-orang yang melakukan perbuatan terhadap warga yang tidak bersalah," kata dia. 

Menurut bupati, masyarakat dari Camp 45 dan Camp 81 mengungsi ke Camp 99 guna melindungi diri. Bupati berkoordinasi dengan semua pihak, agar warga tetap tenang dan menjaga Kamtibmas bersama-sama, supaya Distrik Baya Biru kembali kondusif.

“Hal-hal yang menyangkut dengan kerugian rumah warga, rumah guru, dan rumah tenaga medis, pemda akan mengevaluasi, lalu bisa memperbaiki atau membangun satu per satu atau bertahap,” ujarnya.

Bupati Nawipa menegaskan, Pemkab Paniai tidak pernah mendapatkan keuntungan atau benefit satu pun dari pertambangan emas di Baya Biru.

Dikatakan bupati, atas nama Pemkab Paniai dan khusus masyarakat Baya Biru meminta pihak yang selama ini mendapatkan benefit dari pertambangan emas di Distrik Baya Biru, silakan bernegosiasi dengan kelompok yang melakukan tindakan kejahatan dan diselesaikan. "Jangan hanya mengambil hasil, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi. Pemkab dan orang Paniai tidak mendapatkan apa-apa dari tambang emas di Baya Biru,” katanya.

Saat ini helikopter tidak bisa masuk ke Baya Biru akibat wilayah tersebut belum kondusif, “Kami akan mengirim kepala distrik dan para kepala kampung ke Baya Biru, supaya bisa bernegosiasi langsung dengan orang-orang yang selama ini mengambil keuntungan dari hasil bumi kepada kelompok yang melakukan tindakan kekerasan di sana,” ucapnya.

Kepala Distrik Baya Biru, Isak Pakopa mengatakan, peristiwa itu terjadi pada petang hari di Camp 45 dan Camp 81. Rumah warga yang menjadi korban 20 buah, perumahan guru empat kopel, begitu juga perumahan tim medis empat kopel.

Sesuai instruksi Bupati Paniai, kata dia, pihaknya turun ke lapangan bernegosiasi dan mendata kerugian, lalu kembali melaporkan kepada Bupati Paniai. “Secara rinci datanya akan kami sampaikan lagi,” ucapnya. (farid)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama